- Dua terduga pelaku berinisial HR dan FU ditangkap polisi di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu siang.
- Korban meninggal dunia akibat penikaman oleh pelaku saat baru tiba dari Jakarta di area bandara tersebut.
- Aparat kepolisian masih mendalami motif penyerangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta menjaga situasi kondusif.
SuaraSulsel.id - Gerak cepat aparat kepolisian akhirnya membuahkan hasil dalam kasus penikaman Nus Kei. Hanya dalam hitungan jam setelah insiden yang menewaskan tokoh politik sekaligus Ketua Golkar Maluku Utara itu, polisi berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku.
Penangkapan dilakukan di sekitar pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, wilayah Maluku Tenggara, yang juga menjadi lokasi kejadian perkara pada Minggu siang.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan langsung oleh tim yang dipimpin Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi.
“Petugas menangkap dua terduga pelaku dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian,” ujarnya.
Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini, keduanya telah dibawa ke Polres Maluku Tenggara untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Peristiwa penikaman sendiri terjadi sekitar pukul 11.25 WIT. Saat itu, korban baru saja tiba dari Jakarta dan berada di area pintu keluar bandara. Tanpa diduga, pelaku mendekat dan langsung menyerang menggunakan senjata tajam.
“Korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Setelah itu pelaku langsung melarikan diri,” jelas Rositah.
Serangan yang berlangsung cepat itu membuat situasi di bandara sempat panik. Sejumlah saksi di lokasi tidak sempat mencegah aksi brutal tersebut.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan oleh keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, luka serius yang dialami membuat nyawa Nus Kei tidak tertolong.
Baca Juga: Usai Penikaman Ketua Golkar Malra, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Aksi Balasan, Ini Alasannya!
Kabar meninggalnya korban pun langsung menyebar dan memicu duka serta perhatian luas, terutama di kalangan masyarakat dan dunia politik daerah.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami motif di balik penyerangan tersebut. Belum ada kesimpulan apakah aksi ini dilakukan secara spontan atau telah direncanakan sebelumnya. “Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” kata Rositah.
Polda Maluku menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas sesuai arahan Kapolda.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga korban dan para simpatisan, agar tidak terpancing emosi. “Kami mengimbau untuk tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada Polri,” tegasnya.
Saat ini, situasi di Maluku Tenggara dilaporkan tetap aman dan kondusif. Polisi memastikan perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala kepada publik.
Penangkapan cepat dua terduga pelaku menjadi titik awal pengungkapan kasus ini. Namun satu pertanyaan besar masih menggantung: apa sebenarnya motif di balik serangan di ruang publik yang menewaskan seorang tokoh politik ini?
Berita Terkait
-
Usai Penikaman Ketua Golkar Malra, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Aksi Balasan, Ini Alasannya!
-
Motif di Balik Penikaman Nus Kei Masih Gelap, Polisi Buka Suara soal Dugaan yang Muncul
-
Sempat Picu Kepanikan, Bagaimana Situasi Terkini Maluku Utara Pasca Gempa Besar?
-
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Tsunami Kecil Terdeteksi: Maluku Utara dan Sulawesi Utara dalam Siaga!
-
Warga Gorontalo Berhamburan Saat Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Begini Penjelasan BMKG
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Sering Delay? INACA Ungkap Mengapa Penerbangan di Indonesia Begitu 'Unik' dan Sulit Tepat Waktu