Muhammad Yunus
Jum'at, 03 April 2026 | 08:53 WIB
Warga mengamati rumah rusak terdampak gempa magnitudo 7,6 di Kelurahan Gambersi, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) [SuaraSulsel.id/Antara]
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang timur Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat, 3 April 2026, dini hari.
  • BMKG mencatat 348 gempa susulan akibat aktivitas subduksi lempeng aktif di kawasan Laut Maluku sejak gempa utama.
  • Gempa utama sebelumnya menyebabkan satu korban jiwa di Manado dan memicu kerusakan bangunan di sejumlah wilayah tersebut.

Dampak Gempa Utama

Sebelumnya, gempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 memicu kepanikan di sejumlah wilayah, termasuk Manado dan kawasan Minahasa Utara.

Warga sempat berhamburan keluar rumah saat guncangan kuat terjadi.

Tragedi juga terjadi di kompleks GOR KONI Sario Manado. Kanopi sisi utara Hall B GOR Robert Wolter Mongisidi dilaporkan ambruk akibat guncangan gempa dan menimpa seorang warga lanjut usia bernama Deice Lahia (69) hingga meninggal dunia.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus langsung meninjau lokasi pada Kamis sore (2/4/2026).

“Saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kejadian ini menjadi perhatian serius kita bersama, mengingat fungsi gedung ini sangat penting bagi kegiatan olahraga dan pembangunan sumber daya manusia di daerah kita,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah provinsi akan segera memproses perbaikan bangunan yang rusak.

“Komitmen saya jelas: kita akan segera memproses perbaikan dan pemulihan gedung ini agar dapat kembali berfungsi dan digunakan oleh masyarakat. Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta hanya mengakses informasi resmi melalui kanal resmi BMKG.

Baca Juga: 21 Bangunan di Bitung Rusak Usai Gempa 7,6 M, Rumah Warga hingga Kantor Pemerintah

Load More