Muhammad Yunus
Senin, 23 Februari 2026 | 16:20 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Baca 10 detik
  • Bripda Dirja Pratama meninggal dunia di Makassar pada 22 Februari 2026 setelah sempat dirawat intensif.
  • Kapolda Sulawesi Selatan memastikan peristiwa tersebut merupakan kasus penganiayaan yang terjadi di Asrama Ditsamapta.
  • Pihak kepolisian resmi menetapkan senior berinisial P sebagai tersangka dan memeriksa enam personel kepolisian lainnya.

Namun, pimpinan tidak langsung mempercayai laporan tersebut.

7. Kapolda Pastikan Ada Penganiayaan

Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, memastikan telah terjadi penganiayaan di barak.
“Kurang dari 24 jam kita menetapkan satu tersangka,” tegasnya.

8. Satu Tersangka Ditetapkan

Seorang senior korban berinisial P telah ditetapkan sebagai tersangka dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian.

9. Terjadi di Asrama Ditsamapta

Peristiwa dugaan penganiayaan berlangsung di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

10. Enam Personel Diperiksa

Kabid Propam Polda Sulsel, Zulham Effendy, menyebut sedikitnya enam anggota telah diperiksa dan jumlahnya bisa bertambah.

Baca Juga: Misteri Darah di Mulut Bripda Dirja Pratama Terjawab, Senior Resmi Tersangka

11. Keluarga Temukan Darah Keluar dari Mulut

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan adanya darah keluar dari mulut Dirja.

Beberapa jam sebelum kejadian, korban masih sempat menelepon ibunya dan tidak mengeluhkan sakit apa pun.

12. Jadi Sorotan Publik

Kasus ini menyita perhatian karena melibatkan sesama anggota kepolisian dan terjadi di lingkungan internal institusi.

Di tengah komitmen reformasi dan penegakan disiplin, peristiwa ini menjadi ujian serius bagi transparansi dan integritas penanganan hukum di tubuh kepolisian.

Load More