- Pimpinan ormas Sakir Daeng Rappung ditangkap Polrestabes Makassar pada 19 Februari 2026 malam.
- Penangkapan dipicu perusakan kantor dan pengancaman pegawai kelurahan menggunakan badik pada 18 Februari 2026.
- Aksi ini merupakan protes sekitar 40 anggota ormas terhadap penertiban dan penggusuran PKL oleh pemerintah kota.
SuaraSulsel.id - Polisi menangkap pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) berinisial Sakir Daeng Rappung (47 tahun).
Setelah dilaporkan melakukan perusakan dan pengancaman dengan mengacungkan senjata tajam jenis badik ke pegawai kelurahan.
Peristiwa itu terjadi di Kantor Lurah Pabaeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu, 18 Februari 2026.
Aksi tersebut dipicu protes terhadap penertiban dan penggusuran pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan pemerintah kota di wilayah itu.
Sakir Daeng Rappung diamankan tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar di kediamannya di Jalan Kumala II, Kecamatan Tamalate, 19 Februari 2026 malam.
Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan setelah polisi lebih dulu melakukan penyelidikan terkait insiden di kantor kelurahan.
"Terduga pelaku sudah kami amankan kemarin malam," kata Kasubnit 2 Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, kepada wartawan, Jumat, 20 Februari 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengetahui keberadaan Sakir di rumahnya di Jalan Kumala II.
Tim kemudian bergerak ke lokasi dan langsung mengamankan yang bersangkutan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Makassar.
Baca Juga: Jejak Sejarah Pasar Terong Makassar: Pernah Jadi Penentu Harga Pangan di Indonesia
Kata Supriadi, peristiwa perusakan dan pengancaman itu terjadi sehari sebelumnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Sekitar 40 orang yang mengatasnamakan salah satu ormas mendatangi Kantor Lurah Pabaeng-baeng untuk mempertanyakan penertiban PKL di Jalan Sultan Alauddin.
Massa dipimpin langsung oleh Sakir. Kedatangan mereka awalnya disebut untuk meminta klarifikasi atas tindakan aparat pemerintah yang membongkar lapak pedagang yang dinilai melanggar aturan karena menempati badan jalan.
"Ada sekitar 40 orang yang dipimpin SDR mengatasnamakan salah satu ormas saat mendatangi kantor lurah untuk mempertanyakan penertiban PKL," ujar Supriadi.
Namun, situasi di lokasi memanas. Polisi menyebut, massa tidak hanya menyampaikan protes tetapi juga melakukan intimidasi terhadap pegawai kelurahan.
Sejumlah fasilitas pelayanan di kantor tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD
-
Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring
-
Keluarga Korban Geng Motor di Makassar Murka, Sebut Pernyataan Polrestabes 'Piti Kana-kanai'
-
Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah