Muhammad Yunus
Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:02 WIB
Jusuf Kalla menjadi narasumber dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Kampus Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jumat (06/02/2026) [Suara.com/Tim Media JK]
Baca 10 detik
  • Jusuf Kalla menyampaikan dampak pelemahan ekonomi makro terhadap pembiayaan pendidikan tinggi pada acara di Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (06/02/2026).
  • JK menolak solusi penambahan mahasiswa sebagai cara mengatasi keterbatasan anggaran karena berdampak menurunkan mutu pendidikan tinggi secara keseluruhan.
  • Ia mengusulkan tiga solusi pendanaan alternatif bagi PTN-BH, yakni kolaborasi industri, unit usaha berbasis riset, dan optimalisasi fundraising alumni.

“Universitas harus menghasilkan lulusan yang punya kemampuan, logika, dan jiwa kewirausahaan. Kalau tidak, gelar akademik akan semakin tidak relevan,” katanya.

Menutup paparannya, JK menegaskan bahwa tantangan pendidikan tinggi dan ekonomi nasional merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kalau ekonomi terus melemah, rapor kita akan terus merah. Ini tanggung jawab kita semua untuk mengevaluasi kebijakan dan mencari jalan keluar,” pungkasnya.

Load More