- APBD Sulsel 2025 mengalokasikan dana belanja Rp935 miliar untuk Luwu Raya, melebihi kontribusi pajak daerahnya Rp806 miliar.
- Anggaran besar Luwu Raya didukung APBD Provinsi dan APBN untuk infrastruktur strategis, termasuk RS Regional dan jaringan irigasi.
- Total dana pembangunan Luwu Raya 2025 mencapai Rp1,041 triliun, menegaskan komitmen pemerataan dan keadilan fiskal Pemprov Sulsel.
SuaraSulsel.id - Kebijakan penganggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada APBD Tahun 2025 menunjukkan arah pembangunan yang berkeadilan, khususnya dalam memperkuat kawasan Luwu Raya sebagai salah satu wilayah strategis pertumbuhan di Sulsel.
Jubir Andalan Hati pada Pilgub Sulsel 2024, Irwan ST, mengungkapkan alokasi pembangunan untuk Luwu Raya tidak hanya bersumber dari APBD Provinsi murni.
Tetapi juga diperkuat dengan dukungan APBN yang dikelola melalui tugas pembantuan pemerintah provinsi.
“Tidak ada yang dianaktirikan dalam pembangunan di Sulsel. Jika merujuk data APBD 2025, alokasi anggaran pemprov Sulsel untuk daerah Luwu Raya sebanding atau bahkan lebih besar dari kontribusi PAD yang diterima pemerintah provinsi,” ujar Irwan dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan data realisasi APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025, kontribusi pendapatan daerah dari wilayah Luwu Raya yang masuk ke kas Pemprov Sulsel tercatat sebesar Rp806 miliar, yang bersumber dari seluruh jenis pajak daerah.
Sementara alokasi anggaran belanja dalam realisasi APBD Pemprov Sulsel 2025 tercatat sebesar Rp935 miliar untuk seluruh daerah Luwu Raya.
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur strategis, seperti peningkatan konektivitas jalan, penguatan jaringan irigasi, serta pembangunan fasilitas layanan kesehatan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH).
Irwan menjelaskan, alokasi pembangunan infrastruktur melalui skema MYC untuk Luwu Raya merupakan yang terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel, dengan nilai hampir Rp400 miliar.
Program tersebut meliputi pembangunan satu unit RS Regional modern dan terlengkap di Kabupaten Luwu.
Baca Juga: Kesal Demo Pemekaran Luwu Raya, Ratusan Sopir Truk Tutup Trans Sulawesi
Penanganan jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 58.540 meter untuk optimalisasi daerah irigasi seluas sekitar 11 ribu hektare.
Serta penanganan jalan strategis kewenangan provinsi sepanjang 35 kilometer lebih.
Selain itu, kebijakan afirmatif juga diwujudkan melalui dukungan APBN untuk sektor pertanian di Luwu Raya dengan total alokasi mencapai Rp107 miliar.
Selain itu, melalui dukungan APBN skema Instruksi Jalan Daerah (IJD), dilakukan intervensi Gubernur Sulsel untuk membuka akses menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, sepanjang 15,45 kilometer.
Pada tahun 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp46 miliar untuk penanganan 4,8 kilometer, dengan sisa pekerjaan dilanjutkan pada tahun 2027.
Termasuk pula penanganan Matano Belt Road dengan panjang ruas mencapai 33 kilometer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah