- Ketua Umum PMI Jusuf Kalla membeli peralatan kebersihan di Padang pada 20 Desember 2025 untuk mempercepat rehabilitasi rumah terdampak banjir
- Pembelian dilakukan di Padang agar distribusi peralatan cepat dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat pasca tanggap darurat
- JK mendorong pemanfaatan kayu sisa banjir menjadi bahan bangunan atau perabotan untuk membantu kesulitan warga pascabencana
SuaraSulsel.id - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), memborong berbagai peralatan kebersihan di sebuah toko bahan bangunan di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025).
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan pembersihan rumah warga yang terdampak banjir.
Secara langsung, JK membeli sejumlah peralatan yang dibutuhkan masyarakat, diantaranya sekop, cangkul, gerobak dorong (angkong), serta perlengkapan pendukung lainnya guna mengangkut lumpur dan sisa material banjir dari rumah-rumah warga.
JK menjelaskan, pembelian peralatan dilakukan di Padang agar proses distribusi lebih cepat dan biaya angkut dapat ditekan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
“Kalau beli dari luar kota, ongkos angkutnya justru lebih mahal. Kita beli di sini supaya cepat dipakai dan ekonomi masyarakat lokal juga ikut bergerak,” ujar JK.
Menurut JK, fase pembersihan menjadi tahap krusial setelah masa tanggap darurat.
Rumah-rumah warga yang masih dipenuhi lumpur harus segera dibersihkan agar para pengungsi dapat kembali ke hunian mereka secepat mungkin.
“Sekarang PMI bersama pemerintah harus masuk pada tahap pembersihan. Rumah-rumah yang penuh lumpur harus dibersihkan supaya warga bisa kembali dan menjalani ibadah Ramadan dengan baik,” kata JK.
Ia menambahkan, percepatan pembersihan tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi hunian, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menyambut dan menjalankan ibadah Ramadan dalam kondisi yang lebih layak dan sehat.
Baca Juga: Kunjungi Lokasi Bencana di Bener Meriah Aceh, Jusuf Kalla Janji Kirim Bantuan
PMI, lanjut JK, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait untuk memastikan proses pembersihan dan rehabilitasi pasca bencana di Kota Padang berjalan cepat, terpadu, dan efektif, sehingga pemulihan kehidupan warga dapat segera terwujud.
Dorong Pemanfaatan Kayu Sisa Banjir bagi Warga
JK menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap dampak banjir, khususnya penumpukan kayu di sungai yang memperparah kerusakan.
Menurut JK, banjir yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat perubahan lingkungan di wilayah hulu.
Banyaknya kayu yang terbawa arus dan menumpuk di sungai menjadi salah satu faktor utama yang memperbesar dampak banjir.
“Banjir ini menimbulkan kerusakan yang cukup besar. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya kayu yang masuk ke sungai akibat perubahan lingkungan di bagian atas. Ini harus segera diselesaikan, terutama pada tahap ini, bulan ini dan bulan depan,” ujar JK di lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
UMKM Sulsel Dapat Panggung Nasional Pada HKG PKK
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?