Secara fisik, slag nikel umumnya berbentuk bongkahan keras berwarna abu-abu gelap atau hitam.
Komposisinya bervariasi, tetapi biasanya mengandung silika, alumina, magnesium oksida, serta sisa logam berat dalam jumlah kecil.
Karena volumenya yang cukup besar dan sifatnya yang sulit terurai secara alami, slag nikel seringkali menjadi perhatian dalam pengelolaan lingkungan.
Meski begitu, slag nikel tidak selalu dianggap sebagai limbah berbahaya.
Di beberapa tempat, slag nikel dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai bahan campuran beton, material timbunan jalan, hingga bahan baku pembuatan semen.
Pemanfaatan ini membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberi nilai tambah dari limbah industri.
Namun, pemanfaatan slag nikel tetap harus memenuhi standar keselamatan dan lingkungan.
Sebab, jika tidak dikelola dengan baik, kandungan logam berat dalam slag dapat mencemari tanah dan air.
Oleh karena itu, penting untuk terus mendorong riset dan inovasi agar slag nikel dapat dimanfaatkan secara lebih aman dan berkelanjutan.
Baca Juga: Ini Surga Tersembunyi Raja Ampat yang Wajib Kamu Jelajahi!
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Jurnalis Sulsel Belajar AI untuk Verifikasi dan Investigasi
-
Viral Lumba-lumba Masih Hidup Terdampar di Maros, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Mencekam! Kapal Ikan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar, 9 Nelayan Terluka Parah
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Cuaca Ekstrem Terjang Makassar, 19 Rumah dan Satu Mobil Rusak