Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 01 April 2025 | 08:49 WIB
Jemaah salat Ied di Lapangan Karebosi Makassar, Senin 31 Maret 2025 [SuaraSulsel.id/Humas Pemkot Makassar]

SuaraSulsel.id - Pimpinan Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar, Dr KH Alifuddin Harisah. LC, M.Ag mengatakan, setelah sebulan menjalani puasa pada bulan Suci Ramadan.

Hendaknya umat Muslim memiliki empat ciri orang beruntung.

"Latihan menahan diri selama sebulan itu, maka diharapkan kita memiliki 4 ciri orang beruntung seperti yang diajarkan Rasulullah SAW," kata Alifuddin di Makassar, Senin 31 Maret 2025, menanggapi hikmah dari puasa Ramadhan.

Keempat ciri orang beruntung itu, lanjut dia, pertama dengan senantiasa mengingat dosa-dosa yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja.

Baca Juga: Mencetak Tahfidz di Balik Jeruji: Program Hafalan Al-Qur'an untuk Warga Binaan Rutan Makassar

Sehingga selalu merasa takut akan kemurkaan Allah SWT dengan terus memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar.

Ciri kedua, senantiasa melupakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan dan terus memotivasi diri untuk menambah kebaikan.

Namun tetap menghindarkan diri dari 'Riya' atau ingin dipuji.

Sedang ciri ketiga, lanjut Alifuddin, senantiasa melihat ke atas dalam hal ibadah dan agama dengan mencontoh orang-orang yang lebih saleh.

Sementara ciri keempat, senantiasa melihat ke bawah dalam hal keduniawian dengan melihat masih banyak orang-orang yang lebih susah.

Baca Juga: Umat Kristen di Makassar Bagi Takjil: Bukti Toleransi yang Menyentuh Hati di Bulan Ramadan

Sehingga banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

"Karena itu, setelah Ramadhan ini menjadi titik balik memulai perjalanan kehidupan kita," katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar ini juga mengingatkan agar umat Muslim selalu menjadikan Nabi Muhammad SAW dan orang-orang saleh di sekitarnya sebagai panutan dan penuntun dalam menjalani kehidupan.

Wali Kota Makassar Gelar Griya di Rumah Jabatan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa melakukan gelar griya atau open house Idulfitri 1446 Hijriah di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (31/3/2025).

Gelar griya ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan Munafri sejak menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Menjadikannya momen spesial untuk mempererat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu, termasuk pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar seperti Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Pj Sekretaris Daerah Irwan Adnan, asisten dan staf ahli, kepala OPD, serta sejumlah camat.

Hadir pula Wali Kota Makassar dan Ketua TP PKK Kota Makassar periode 2014-2025 Moh Ramdhan Pomanto dan Indira Yusuf Ismail, Konsulat Jenderal Australia Todd Dias, serta Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar Ohashi Koichi.

Selain itu, tokoh masyarakat, unsur Forkopimda, dan forum lintas agama juga turut hadir, mencerminkan semangat inklusivitas dan kebersamaan dalam membangun Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri menegaskan bahwa gelar griya ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai langkah awal dalam mewujudkan persatuan dan kebersamaan di Kota Makassar.

Dia berharap momen ini dapat menguatkan sinergi antarwarga dan pemerintah dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan.

"Hari ini kita menerima berbagai kolega yang datang ke baruga ini, baik dari teman SKPD, tokoh masyarakat, forkopimda, forum lintas agama," ujar Munafri saat diwawancarai di tengah-tengah acara.

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya menghilangkan sekat-sekat yang dapat memecah belah masyarakat.

Menurutnya, persatuan dan solidaritas yang kuat menjadi kunci dalam mewujudkan visi Kota Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

"Mudah-mudahan dengan acara ini kita semua punya tekad kuat bersama bahwa tidak ada lagi partisi di tengah masyarakat yang membuat kita terpecah. Sekarang saatnya semua jadi satu sehingga dibutuhkan kekompakan, solidaritas yang kuat untuk membangun Makassar ke depan secara bersama-sama," lanjutnya.

Sebelumnya, Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa melaksanakan Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi pada Senin pagi.

Keduanya tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 WITA dan disambut ribuan masyarakat yang antusias meski sempat diguyur hujan.

Salat Idulfitri di lokasi ikonik ini dipimpin oleh imam asal Yaman, Syekh Abdul Aziz Alareqi, dengan khotbah disampaikan oleh Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin H. Abd. Safa.

Munafri menyampaikan harapannya agar perayaan Idulfitri menjadi momentum mempererat kebersamaan dan menghilangkan sekat di tengah masyarakat.

Dia mengajak seluruh warga Makassar untuk bersatu dalam membangun kota dengan semangat kolaborasi dan inklusivitas.

"Idulfitri adalah sebuah kegembiraan setelah kita menjalankan ibadah Ramadan. Yang paling penting adalah konsolidasi kita semua warga Makassar untuk tidak ada lagi pengkotak-kotakan di dalamnya untuk membangun Kota Makassar ini," tutupnya.

Load More