Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Minggu, 30 Oktober 2022 | 14:59 WIB
Benteng Keraton Buton atau sering disebut Benteng Wolio di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara memiliki luas sekitar 23,3 hektare [Istimewa]

SuaraSulsel.id - Benteng Keraton Buton atau sering disebut Benteng Wolio di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara memiliki luas sekitar 23,3 hektare.

Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama Guinness Book of World Record pada September 2006 menobatkan Benteng Wolio sebagai bangunan pertahanan terluas di dunia.

"Jika masyarakat dunia mengenal ada Tembok Raksasa di Cina atau The Great Wall of China, kita di Indonesia, khususnya di Baubau ini punya benteng terpanjang yang juga harus diketahui dunia," kata Wali Kota Baubau AS Tamrin.

Thamrin mengatakan, Pemerintah Kota Baubau sedang berupaya menjadikan Benteng Keraton Buton sebagai situs warisan dunia.

Baca Juga: Moeldoko Tinjau Pembangunan Bandara Lantagi Buton Utara

"Tentu tak mudah, namun upaya sedang dan terus dilakukan sehingga ikhtiar Benteng Keraton Buton sebagai situs warisan dunia dapat diwujudkan dengan sinergi bersama," ujarnya.

Saat ini, benteng tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2003.

Jika melihat sejarahnya, pembangunan Benteng Keraton Buton sendiri dimulai pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji dengan gelar Sultan Kaimuddin.

Awalnya, bentuk bentengnya hanya berupa tumpukan batu yang disusun mengelilingi kompleks istana.

Tujuan pembangunan adalah untuk membatasi area istana dengan perkampungan masyarakat. Sekaligus sebagai benteng pertahanan.

Baca Juga: Unjuk Rasa Menolak Perpanjangan Kontrak Karya PT Vale di Sulawesi Tenggara Ricuh

Kemudian, benteng dari tumpukan batu tersebut dibangun secara permanen pada masa pemerintahan Sultan Buton IV, La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin.

Load More