SuaraSulsel.id - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan, pelaksanaan sidang kasus mutilasi yang melibatkan prajurit TNI di Timika, Papua, tergantung oditur militer (otmil) .
"Saya tidak bisa menentukan terkait persidangan. Walaupun sudah menyampaikan apa keinginan masyarakat dan keluarga di Timika saat bertemu dengan Oditur Jenderal TNI beberapa waktu lalu," kata Pangdam menjawab pertanyaan ANTARA, di Jayapura, Kamis 22 September 2022.
Ia mengakui saat ini kasusnya sudah dalam tahap pemberkasan dan diharapkan dapat segera disidangkan.
Untuk tempat dan kapan penetapan jadwal sidang masih menunggu pelimpahan berkas dari Pomdam XVII Cenderawasih ke Oditur Militer Tinggi (Otmilti) Makassar, Sulawesi Selatan dan Otmil Jayapura.
"Untuk sidang Mayor HFD akan dilaksanakan di Otmilti Makassar. Sedangkan sidang kelima tersangka lainnya digelar di Otmil Jayapura," kata Pangdam.
Lima Prajurit Brigif 20 Timika yang akan disidangkan di Otmil Jayapura, yaitu Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC, dan Pratu ROM.
Enam prajurit TNI bersama empat warga sipil. Seorang di antaranya kini masih buron. Melakukan pembunuhan terhadap empat warga Kabupaten Nduga di Timika dengan cara memutilasi tubuh korban dan memasukkannya dalam karung.
Empat warga yang menjadi korban mutilasi adalah Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Leman Nirigi, dan Atis Tini. Kini bagian tubuh yang ditemukan sudah dimakamkan secara tradisional.
Keempat warga Nduga dibunuh dengan cara dimutilasi tanggal 22 Agustus 2022 di SP 1 Timika. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!
-
Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?
-
PMI Siapkan Operasi Besar Penanganan Gempa NTT
-
3 Strategi Mentan Amran Agar Kabupaten Alor Lepas dari Garis Kemiskinan
-
Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban