“Banyak yang memonitor rumah di Koya dengan drone yang terbang di atas (rumah). Semua mata memantau keberadaan Pak Gub. Kami tak mengetahui drone ini milik siapa,” tutur Rifai.
Untuk masuk ke rumah Gubernur Papua di Koya melewati izin masuk yang panjang. Karena dijaga oleh ribuan massa.
“Masuk ke rumah melewati izin yang panjang dan Pak Gub tetap di sana (rumah),” terangnya.
Sementara itu, Pengacara Gubernur Papua, Roy Rening mengatakan, konsultasi kesehatan masih terus dilakukan secara online lewat dokter pribadi. Dengan sejumlah dokter yang merawat Lukas Enembe di Singapura dan Filipina.
Bahkan Roy mengaku, dirinya terus berkomunikasi dengan Direktur Penyidikan KPK, Guntur Asep terkait kondisi kesehatan kliennya.
“Bapak (Lukas Enembe) masih sakit. Konsultasi online masih dilakukan antara dokter pribadi dan dokter di Singapura dan Filipina. Apalagi bapak memiliki penyakit komplikasi penyakit jantung hingga ginjal,” terang Roy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Bukan APBD, Ternyata Ini Sosok di Balik Fasilitas Helikopter Gubernur Sulsel
-
Andi Sudirman: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
-
Kali Wanggu Meluap, 317 Warga Kendari Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat
-
Air Laut Pasang dan Hujan Deras Rendam Bone: 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Andi Sudirman ke Lokasi Banjir Bone, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar