Ilustrasi: Peternakan ayam petelur milik Yoko Sumarno di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
"Bahkan biaya kontainer naik. Sehingga bahan baku yang diimpor turut naik. Kita sampai sewa kontainer sendiri," ujar Nasib.
Masalah lain karena populasi ayam petelur yang terus menurun. Banyak peternak yang tutup. Sehingga produksi pakan juga menurun karena kurangnya permintaan.
Belum lagi bantuan sosial dari pemerintah tiga bulan sekali. Permintaan konsumen tak sebanding dengan stok yang ada.
"Permintaan yang meningkat karena bansos otomatis harga telur akan naik. Ini diakibatkan oleh program pemerintah itu. Tiga bulan dikumpulkan satu bulan, nariknya kan banyak itu. Nah, di satu sisi populasi ayam petelur menurun sampai 30 persen. Sementara untuk mengembalikan populasi perlu waktu yang panjang," sebutnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik
-
Diserang Pansus Hak Angket, Bupati Gowa Husniah Talenrang: Jangan Sentuh Ranah Pribadi Saya