Ilustrasi: Peternakan ayam petelur milik Yoko Sumarno di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
"Bahkan biaya kontainer naik. Sehingga bahan baku yang diimpor turut naik. Kita sampai sewa kontainer sendiri," ujar Nasib.
Masalah lain karena populasi ayam petelur yang terus menurun. Banyak peternak yang tutup. Sehingga produksi pakan juga menurun karena kurangnya permintaan.
Belum lagi bantuan sosial dari pemerintah tiga bulan sekali. Permintaan konsumen tak sebanding dengan stok yang ada.
"Permintaan yang meningkat karena bansos otomatis harga telur akan naik. Ini diakibatkan oleh program pemerintah itu. Tiga bulan dikumpulkan satu bulan, nariknya kan banyak itu. Nah, di satu sisi populasi ayam petelur menurun sampai 30 persen. Sementara untuk mengembalikan populasi perlu waktu yang panjang," sebutnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
2.557 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng untuk Kibarkan Merah Putih, Begini Situasi Terkini
-
Begal Beraksi di 18 Lokasi di Kota Kendari Ditangkap
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat