Ilustrasi: Peternakan ayam petelur milik Yoko Sumarno di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
"Bahkan biaya kontainer naik. Sehingga bahan baku yang diimpor turut naik. Kita sampai sewa kontainer sendiri," ujar Nasib.
Masalah lain karena populasi ayam petelur yang terus menurun. Banyak peternak yang tutup. Sehingga produksi pakan juga menurun karena kurangnya permintaan.
Belum lagi bantuan sosial dari pemerintah tiga bulan sekali. Permintaan konsumen tak sebanding dengan stok yang ada.
"Permintaan yang meningkat karena bansos otomatis harga telur akan naik. Ini diakibatkan oleh program pemerintah itu. Tiga bulan dikumpulkan satu bulan, nariknya kan banyak itu. Nah, di satu sisi populasi ayam petelur menurun sampai 30 persen. Sementara untuk mengembalikan populasi perlu waktu yang panjang," sebutnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar
-
250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis
-
Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya
-
Uji Coba Sistem Rujukan Baru JKN: Pasien Langsung ke Rumah Sakit Sesuai Penyakit
-
Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar