SuaraSulsel.id - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengunjungi pasar Pabaeng-baeng Kota Makassar pada 2 April 2022. Kepada pedagang, Syahrul berjanji akan menurunkan harga daging sapi impor yang melonjak tinggi.
Harga daging impor di Kota Makassar mengalami kenaikan yang signifikan. Menurut pedagang, kenaikan sudah terjadi sejak bulan Maret 2022.
Syahrul bahkan langsung menelpon Direktur PT Indoguna sebagai importir daging di hadapan pedagang saat kunjungan. Mantan Gubernur Sulsel itu meminta agar harga daging impor bisa dikontrol karena pedagang mengeluh.
Namun, dua bulan berlalu, harga daging sapi impor tak kunjung normal. Para pedagang pun menagih janji Syahrul.
Hal tersebut mereka keluhkan ke Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo saat memantau harga pangan jelang Idul Adha.
"Waktu pak Menteri Pertanian (Syahrul) datang, kami dijanji turun harga daging, tapi sampai sekarang tidak turun. Kecewa sebenarnya kita," ujar salah satu pedagang daging, Asrul, Kamis, 7 Juli 2022.
Sebelum Idul fitri lalu, harga daging impor masih sebesar Rp105 ribu per kilogram. Namun terus melonjak naik hingga jelang idul adha.
Harga daging impor di pasar Pabaeng-baeng mencapai Rp120 ribu per kilo. Padahal sebelumnya hanya Rp85 ribu saja.
Menurut Asrul, distributor terus menaikkan harga. Apalagi jelang hari raya keagamaan.
Baca Juga: KPPU Makassar Cegah Persaingan Usaha Tidak Sehat di Pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru
"Kami sangat minta tolong bisa distabilkan kasihan ini harga. Apalagi pak Menteri sebelumnya sudah janji, sudah bicara sama distributor tapi buktinya tidak ada penurunan," keluhnya.
Karena lonjakan harga, pembeli jadi sepi. Mereka terpaksa merugi karena harus menjual daging beku.
"Daging beku itu kualitasnya menurun jadi harga turun. Beda dengan daging segar. Tapi mau bagaimana, kalau tidak dibekukan, rugi besar kita," ungkap Asrul.
Sebelumnya, Menteri Syahrul mengatakan selama ini, daging impor di Sulsel kebanyakan dari Australia. Sementara baru-baru terjadi kebakaran hutan besar di sana.
"Lahan rumput sapinya terganggu, produksi sapinya menurun cukup besar. Karena itu harga daging sapi di luar juga tinggi," kata Syahrul.
Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo menambahkan akan segera memanggil distributor untuk membicarakan soal harga. Ia juga memastikan rumah potong hewan tidak akan menaikkan harga agar para pedagang tak lagi mengeluh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bupati Husniah Talenrang Bakal Diberhentikan usai Jadi Tersangka, Siapa Penggantinya?
-
Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara
-
Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran
-
Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi
-
BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung