Pada cuitan berikutnya dia mengatakan: "tampaknya, eksploitasi ini terjadi karena sang pengembang (aplikasi) pemerintah itu menulis sebuah blog teknis di CSDN (China Software Developer Network) dan tak sengaja mencantumkan kredensialnya".
Pengembang peranti lunak Elastic mengatakan keliru jika menyebut perusahaannya sebagai sumber kebocoran itu.
Klaim peretasan itu muncul setelah pemerintah China bertekad untuk meningkatkan perlindungan data pribadi pengguna daring.
Raksasa-raksasa teknologi di negara itu telah diperintahkan untuk menjamin keamanan penyimpanan setelah publik mengeluhkan tentang penyalahgunaan data mereka.
Tahun lalu China mengesahkan undang-undang baru yang mengatur bagaimana mengelola informasi dan data pribadi di negara itu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
JK: Orang Maluku Jangan Jadi Penonton Proyek Gas Blok Masela
-
Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Kembali Jadi Tersangka, Ini Kasusnya
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari