SuaraSulsel.id - Harga satu sak semen di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua kini mencapai angka Rp1,2 juta per sak.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, mahalnya harga semen di Oksibil dikarenakan tingginya biaya transportasi. Apalagi distribusi semen hanya bisa dilakukan melalui jalur udara. Menggunakan pesawat berbadan kecil.
Tingginya harga semen membuat warga di daerah itu cenderung menggunakan kayu untuk kontruksi rumah atau tempat tinggal. Selain hemat biaya, kayu juga cukup berlimpah di wilayah Oksibil.
“Ya kalau semen, memang harganya segitu, itu karena biaya transportasinya juga mahal,” kata Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, Selasa 24 Mei 2022.
Selain semen, Yan menyebut harga kebutuhan pokok juga melambung di daerahnya. Hal ini dikarenakan pendistribusian kebutuhan pokok dan bahan bangunan ke daerah itu hanya bisa melalui akses udara.
Yan mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Balai Jalan dan Jembatan Papua untuk mempercepat pembangunan Jalan Trans Papua, jalur Pegunungan Bintang-Kabupaten Boven Digoel.
“Kami berharap akses jalan Iwur, Pegunungan Bintang – Waropko, Kabupaten Boven Digoel dapat mempermudah akses kendaraan. Sehingga harga kebutuhan pokok maupun harga bahan bangunan bisa sedikit murah,” ujarnya.
Belum terhubungnya akses Jalan Nasional Trans Papua Pegunungan Bintang – Kabupaten Boven Digul dikarenakan belum ada pembangunan jembatan di sejumlah titik jalan. Kondisi ini juga dibenarkan Bupati Yan.
“Ya kemungkinan ada lebih dari lima sungai yang belum dibangun jembatan. Jika ini sudah terhubung kita berharap truk dari Boven Digul bisa membawa kebutuhan pokok dan bahan bangunan,” tuturnya.
Baca Juga: PT Semen Indonesia Tbk Berencana Right Issue, Catat Tanggalnya!
Berdasarkan pantauan jurnalis KabarPapua.co saat menelusuri akses Jalan Nasional dari Pegunungan Bintang – Boven Digoel beberapa waktu lalu.
Jalur darat Kabupaten Boven Digoel atau jalan nasional terputus di daerah Kampung Upkin (kampung terakhir), Distrik Waropko, Kabupaten Boven Digoel.
Akses jalan ini masih terus dikerjakan oleh pihak kontraktor. Sementara melalui jalur darat Kabupaten Pegunungan Bintang, akses jalan nasional terputus di Distrik Iwur.
Kondisi itu dikarenakan ada sejumlah sungai besar atau biasa disebut oleh warga setempat sebagai ‘Kepala Kali Digul’ belum memiliki jembatan. Belum lagi akses Oksibil-Iwur harus melewati tebing- tebing tinggi.
Sementara kondisi jalan sendiri, ada beberapa bagian jalan yang telah teraspal dan ada juga yang belum teraspal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar