SuaraSulsel.id - Seorang bayi baru lahir di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tangan dan lehernya penuh jahitan. Kondisi bayi bikin keluarga terguncang. Saat melihat.
Bayi itu dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sultan Daeng Raja Bulukumba, pekan lalu. Keluarga mengungkapkan kejanggalan yang dialami bayi itu saat dilahirkan.
Beberapa bagian tubuhnya penuh dengan jahitan. Terlihat seperti habis dioperasi.
Orang tua bayi, Hasbi mengatakan, istrinya dirujuk ke RSUD Daeng Raja dari Puskesmas Bontobangun pada Sabtu, 7 Mei 2022 lalu.
Pegawai di Puskesmas menyampaikan bahwa mereka sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, ia mengaku kecewa sebab ternyata tidak ada dokter. Dokter sedang libur dan baru masuk pada 9 Mei 2022.
"Istri saya lambat ditangani karena tidak ada dokter. Nanti masuk hari Senin malam," ujarnya, Kamis, 12 Mei 2022.
Saat diperiksa pada hari Senin, dokter mengatakan bayi dalam kandungan sudah dalam keadaan meninggal. Tapi bayinya harus dikeluarkan.
Pihak keluarga meminta agar dilakukan saja operasi. Namun dokter mengatakan istrinya bisa melahirkan secara normal.
Baca Juga: Gara-Gara Syuting Pulang Malam, Kiki Farrel Tak Saksikan Detik-Detik Kepergian Ibunya
Penjelasan Dokter
Dokter mengeluarkan bayinya secara normal dalam kondisi meninggal dunia. Namun, kondisi bayi bikin keluarga terpukul alias syok.
"Leher dan lengannya banyak jahitan. Kayak terlilit di leher. Kondisinya kayak putus tapi dijahit untuk satukan kembali," ungkapnya.
Dokter yang melakukan penangangan kepada pasien, dr Asniar Siri mengatakan, pasien dirujuk dari Puskesmas Bontobangun. Bukan untuk tindakan persalinan. Karena indikasinya tidak ada. Karena usia kandungan baru 36 minggu.
Jadwal persalinan ibu bayi juga diperkirakan bulan depan. Ia dirujuk ke rumah sakit bukan untuk bersalin.
"Tidak ada tanda-tanda emergensi saat masuk IGD. Maka dilakukan observasi tanda-tanda vital melalui perawatan di kamar bersalin," ungkapnya, Kamis, 12 Mei 2022.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu