SuaraSulsel.id - Okupansi hotel di Makassar kini semakin membaik setelah adanya kebijakan baru dari pemerintah yang meniadakan tes usap atau tes Covid-19 antigen bagi calon penumpang yang sudah vaksinasi lengkap.
Padahal saat pemberlakuan PPKM awal pandemi COVID-19 pada 2020, menurut dia, kondisi sektor jasa perhotelan betul-betul terpuruk.
"Tingkat okupansi hotel hanya berkisar 10 hingga 15 persen ketika itu, Namun, setelah pelonggaran PPKM dan adanya kebijakan baru peniadaan tes swab dan antigen yang sudah lengkap imunisasinya, perlahan okupansi membaik," kata General Manager Hotel Best Western Plus Makassar Beach Hotel Muhammad Akbar di Makassar, Jumat (18/3/2022).
Menurut Muhammad Akbar, kini tingkat okupansi hotel sudah naik menjadi 40 persen dari 161 kamar. Kondisi ini menjadi angin segar untuk membantu hotel beroperasi secara optimal.
Sebelum pandemi COVID-19, kata dia, pengujung yang merupakan dari sektor korporat atau perusahaan hampir setiap hari memiliki kegiatan di hotel untuk seminar, lokakarya, dan sebagainya. Namun, pada saat pandemi, tamu atau pengujung dari korporat bisa dihitung jari saja.
"Hanya dari unsur pemerintah yang masih ada meskipun sangat terbatas ketika itu. Namun, kini tamu-tamu dan unsur perusahaan sudah ramai kembali beraktivitas di hotel," katanya.
Ia menyebutkan Hotel Best Westrn di Sulawesi ada di tiga, yakni Makassar, Palu, dan Manado. Hal itu dibenarkan Ketua Perhimpunan Hotel dn Restoran Sulsel Anggiat Sinaga.
Menurut dia, kegiatan MICE mulai ramai di hotel sehingga menggairahkan kembali hotel-hotel yang pada saat awal pandemi terpaksa merumahkan sebagian besar karyawannya.
Oleh karena itu, karyawan yang sebelumnya dirumahkan dipanggil kembali setelah tingkat okupansi hotel sudah mencapai 40 persen.
Apalagi menjelang bulan puasa, kata dia, hotel-hotel sudah mulai mempersiapkan menu spesial Ramadan untuk menarik pengujung, seperti halnya Hotel Best Western yang menyiapkan menu tradisional, nusantara, chineese food, hingga menu Timur Tengah. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8