SuaraSulsel.id - Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makassar menggelar webinar. Membahas perkembangan Islam di Negeri Sakura.
Webinar menghadirkan narasumber Mamoru Hasegawa. Seorang mualaf Jepang dan Yo Nonaka dari Universitas Keio, Tokyo, Jepang.
Ketua Departemen Sastra Jepang sekaligus bertindak selaku moderator, Meta Sekar Puji Astuti, menyampaikan banyak cerita menarik dari orang-orang Jepang Muslim dan dibagikan untuk menambah wawasan ilmu dan pengetahuan mahasiswa Sastra Jepang Unhas.
Pemaparan awal disampaikan oleh Yo Nonaka, yang menjelaskan perkembangan Islam di Jepang. Mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya.
Seiring perkembangan tersebut, pendirian masjid juga terus dilakukan. Guna memfasilitasi umat Muslim untuk beribadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Lebih lanjut, Yo Nonaka menuturkan saat ini fasilitas ramah Muslim juga sudah tersedia di beberapa tempat keramaian. Seperti tersedianya tempat salat di bandara, stasiun, maupun di department store di Jepang.
Hal tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah dan industri Jepang untuk menghadirkan pariwisata Muslim.
"Selain itu, pemerintah Jepang juga sudah sangat memperhatikan permasalahan makanan halal dan sertifikasinya. Untuk dapat menarik jumlah wisatawan. Beberapa restoran telah melayani wisatawan Muslim dengan menyediakan menu dengan konsep muslim friendly," jelas Yo Nonaka.
Pada kesempatan yang sama, Mamoru Hasegawa yang merupakan seorang mualaf hadir berbagi cerita perjalanannya menjadi seorang Muslim Jepang. Sapaan akrabnya dipanggil "Hasan" yang menjadi nama islamnya saat ini.
Baca Juga: Jadi Murid Yesus, Suami Beberkan Audi Marissa Tinggalkan Islam dan Peluk Kristen
Menurutnya, sesuatu hal yang baru untuk dipelajari bukanlah hal yang mudah. Seperti pada ketertarikannya untuk mempelajari ajaran Islam dan saat itu masih kurang percaya diri untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia bercerita bahwa lingkungan sekitarnya adalah satu alasan dirinya untuk mulai menaruh hati pada ajaran Islam.
Berteman dengan muslim lainnya di Jepang membuat dirinya lebih yakin untuk mendalami agama Islam dan siap menjadi seorang muslim dengan memutuskan bersyahadat di Masjid Akihabara.
"Masjid dan restoran halal Jepang semakin banyak. Walaupun masih terbilang minoritas, tapi dengan kebaikan yang kita berikan dapat meningkatkan citra Islam di kalangan non muslim lainnya di Jepang," kata Mamoru. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar
-
25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September