Muhammad Yunus
Kamis, 03 Maret 2022 | 13:55 WIB
Seorang pasien di rumah sakit Kota New York minta Imam Shamsi Ali bimbing masuk Agama Islam [SuaraSulsel.id/Dokumentasi Imam Shamsi Ali]

SuaraSulsel.id - Seorang pasien di sebuah rumah sakit di New York, Amerika Serikat, membuat Imam Shamsi Ali bergetar. Karena tiba-tiba minta dibimbing masuk agama Islam. Saat dokter dan keluarga sudaha putus asa. Mengaku peluang sembuh dan hidup sudah tidak ada lagi.

Hal ini diungkapkan Imam Shamsi Ali dalam unggahannya di media sosial, Kamis 3 Maret 2022.

"Indahnya hidayah Allah. Satu hal yang paling indah dalam hidup seseorang adalah ketika hidayah tiba justeru di akhir-akhir hayat," tulisa Imam Shamsi Ali.

Pasien inisial MG, kata Shamsi Ali, menunggu keputusan keluarga untuk menyetujui life support atau alat penunjang hidup yang melekar ditubuhnya dicabut.

Dokter mengusulkan demikian. Karena menurut mereka tidak ada lagi harapan sembuh dan hidup. Pasien tersebut juga sudah pasrah. Karena memang tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Sebagai rohaniwan di rumah sakit NY, Imam Shamsi Ali seperti biasa berkunjung ke rumah sakit untuk memberikan words of courage (motivasi) dan doa kepada para pasien.
"Dan itu saya lakukan tidak hanya untuk pasien Muslim. Tapi juga non Muslim biasanya didoakan kesembuhan dan kuat/sabar menghadapi ujian (sakit)," kata Shamsi Ali.

"Hari ini saya ketemu dengan seorang pasien yang Sudah berbulan-bulan di rumah sakit karena kanker darah. Dan itu kanker itu sudah menyerang semua anggota tubuhnya, hingga ke otak. Sehingga para Dokter angkat tangan dan orang ini pun hanya hidup dengan life support,".

Tapi yang menakjubkan walau hidup dengan life support orang ini selalu merespon. Walau tidak mampu bergerak lagi. Tapi suara dari mulutnya masih jelas dan nampak sangat bersemangat.

"Hari ini saya kembali mengunjunginya sebenarnya untuk memberian semangat. Tiba-tiba saja beliau mengatakan 'I want to become a Muslim',"

Baca Juga: Bule Rusia Bertato Masuk Islam, Baca Dua Kalimat Syahadat Sampai Tiga Kali Dituntun Tuan Guru Bajang

Imam Shamsi Ali mengaku sangat berhati-hati. Sebab jangan sampai dianggap berada di rumah sakit untuk tujuan mengkonversi orang ke agama Islam. Ini tentunya bukan tujuan dari pelayanan spiritual atau “chaplaincy”.

Tapi karena keikhlasan dan kemanisan hati pasien, akhirnya Imam Shamsi Ali meminta waktu 15 menit untuk dia memikirkan.

"Saya meninggalkan dia untuk memberikan waktu bagi dia melakukan perenungan".

Beberapa saat kemudian Imam Shamsi Ali kembali dan bertanya: “are you sure ready to become a Muslim?”. Jawabnya mantap: “yes I am ready”.

Alhamdulillah pasien tersebut bersyahadat. Yang mengagumkan lagi, selama ini hampir suaranya tidak kedengaran karena sangat lemah. Tapi ketika bersyahadat suara pasien jelas dan seolah sehat seketika. "Allahu Akbar," tulis Imam Shamsi Ali.

"Kini Saudara kita ini telah bersyahadat dan menjadi Muslim. Semoga dikarunia kekuatan. Apapun keputusan Allah dalam beberapa waktu ke depan ini Semoga yang terbaik".

Load More