Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Selasa, 22 Februari 2022 | 15:49 WIB
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (istimewa)

"Di sini dokter Soeharto menjadi saksi penting terhadap sikap Bung Karno, yang selalu menekankan persatuan dan kesatuan bangsa dengan menegaskan pentingnya menggunakan kekuatan Jepang di dalam menghadapi Belanda yang mendompleng Sekutu tersebut," katanya.

Keterlibatan langsung dr. Soeharto dalam detik-detik proklamasi juga merupakan sikap yang harus dipertimbangkan dalam memberikan gelar pahlawan nasional. Dokter tersebut juga mengoreksi bagaimana kaum muda progresif, yang sejak awal mengecam Bung Karno dan Bung Hatta atas sikap lunaknya terhadap Jepang, serta mendorong Indonesia merdeka.

"Sejak awal dia sudah menegaskan pandangannya bahwa kolaborasi dengan Jepang itu memang sebagai suatu strategi, juga sebagai bagian dari taktik di dalam upaya mendapatkan kemerdekaan Indonesia, agar proses transisi kekuasaan dari Jepang berjalan lancar. Sikap Bung Karno ini terbukti dengan adanya bantuan persenjataan dari para pimpinan militer Jepang yang begitu penting dalam perang kemerdekaan," ujar Hasto.

Turut mengikuti Seminar tersebut antara lain mantan anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial Murhardjani, Guru Besar dan mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Prof. (Em) Drs. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Dr. Djoko Suryo, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara)

Baca Juga: Wow! Ganjar Pranowo Dukung Dokter Pribadi Bung Karno Jadi Pahlawan Nasional

Load More