SuaraSulsel.id - Sekertaris Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, membuka The Icon Lounge and Cafe, di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Ia mengatakan, kehadiran cafe seperti ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Sulsel untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
"Tentu kafe seperti ini menjadi ikon dan sebuah kebanggaan bagi kita semua. Ini tentunya menunjang untuk peningkatan kualitas ekonomi kita," harap Abdul Hayat, di Kawasan CPI Makassar, Sabtu 5 Februari 2022.
Abdul Hayat menyampaikan apresiasi atas Launching The Icon Lounge and Cafe, karena selain akan menjadi alternatif pilihan Cafe bagi masyarakat, juga menjadi bagian dari upaya kita untuk menggeliatkan UMKM usai menjadi salah satu sektor yang paling terdampak selama pandemi.
"Kita berharap, usaha -usaha seperti ini mampu menghidupkan kembali semangat juang dan kreatifitas dari para penggiat UMKM khususnya usaha Cafe-Cafe di Sulsel," ungkapnya.
Apalagi, cafe maupun warkop menjamur di berbagai tempat, sebagai bukti bagaimana sektor UMKM ini sangat prospek untuk terus kita kembangkan. Untuk itu, prospek industri cafe menjadi sektor investasi yang harus kita optimalkan dari hulu hingga hilir.
Pemerintah Provinsi Sulsel, akan terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, hingga komponen masyarakat dan komunitas-komunitas yang mendukung perkembangan cafe-cafe di Sulsel, termasuk warung - warung kopi.
"Saya berkeyakinan penuh, dengan kerja keras dan sentuhan strategi pemasaran yang baik, cafe-cafe dapat menjadi penunjang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya," tuturnya.
Selama dua tahun hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19, selain dampaknya yang luar biasa pada sektor kesehatan dan perekonomian yang kita hadapi dan rasakan bersama, tentu ada banyak pelajaran dan hikmah besar yang dapat kita petik dari kejadian ini.
Pandemi justru mampu meningkatkan daya juang kita untuk tetap survive baik sebagai individu maupun bagian dari kelompok masyarakat. Semangat juang ini yang harus terus kita aplikasikan dalam meneruskan roda kehidupan dan perekonomian kita.
"Kita dituntut untuk kreatif seperti usaha cafe yang hari ini akan kita launching, tentu semuanya harus dimulai dengan satu tempat usaha, berkembang dan terus bertambah. Mari kita semangat dan semakin optimis bahwa pandemi tidak akan menjadi penghalang untuk kita produktif, selama kita tetap disiplin protokol kesehatan," tutupnya.
Berita Terkait
-
GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat Rangkul 44 Ribu Siswa, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa
-
Digitalisasi Perlinsos di Sulsel Terus Dipacu Demi Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?