SuaraSulsel.id - Guru di Kabupaten Buton berinisial MS, kini tengah diperiksa pihak kepolisian. Atas perbuatan dan tindakan yang dianggap sangat tidak layak dilakukan oleh seorang pendidik.
Sebelumnya, MS menghukum siswa makan sampah. Aksinya pun viral di media sosial.
Mengutip telisik.id -- jaringan Suara.com, Ketua PGRI Sulawesi Tenggara Halim Momo mengatakan, perbuatan seperti ini sangat-sangat tidak patut dilakukan oleh sosok guru. Dimana guru yang seharusnya mendidik dan memberikan contoh etika baik, malah melakukan tindakan yang sangat tidak pantas.
"Sangat disayangkan seorang guru bertindak seperti itu. Berbuat hal yang betul-betul tidak pantas untuk dilakukan kepada siswa," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjaanya, Rabu (2/2/2022).
Dosen FKIP UHO tersebut beranggapan bahwa kasus ini harus betul-betul harus diproses dengan benar, konkrit, dan kapabel.
Meskipun begitu, Halim Momo meminta polisi melakukan penegakan hukum yang menyeluruh dan proporsional.
"Memang apa yang diperbuat oleh guru tersebut sangat tidak manusiawi. Tetapi dalam kasus ini, penegakan hukum jangan hanya melihat dari satu sudut pandang saja, harus secara menyeluruh," katanya.
Lanjut dia, tidak mungkin ada api kalau tidak ada sebab akibatnya. Artinya, seseorang tidak mungkin melakukan suatu perbuatan atau kesalahan tanpa ada penyebabnya.
"Saya yakin guru tersebut melakukan itu, pasti ada pemicunya. Tidak mungkin ia melakukannya dengan sengaja. Sehingga saya mengimbau kepada pihak berwajib untuk lebih menyelidiki kasus ini dengan melihat dari berbagai sudut pandang," jelasnya.
Baca Juga: Guru dan Murid Terpapar Covid-19, SD Negeri 24 Ujung Gurun Padang Ditutup
Ia menuturkan, pihak kepolisian juga harus menyelidiki latar belakang para siswa. Bagaimana sikap keseharian mereka di rumah dan lingkungan masyarakat. Karena ini sangat berpengaruh terhadap tindakan dan perilaku mereka.
"Para siswa berada di sekolah hanya beberapa jam saja. Selebihnya mereka berada di rumah di bawah pengawasan orang tua. Secara otomatis etika dan perilaku mereka, sebagian besar didapatkan di di rumah di lingkup bermain. Bisa jadi para siswa ini memang memiliki sikap yang kurang baik, sehingga memicu para guru untuk memberikan hukuman," bebernya.
Untuk itu, segenap guru atau PGRI berharap pihak berwajib bisa mempertimbangkan berbagai hal ini untuk dijadikan bahan penyelidikan.
"Dan saya berpesan kepada seluruh guru untuk menjadikan ini sebagai pelajaran yang sangat berharga. Agar kasus seperti ini tidak lagi terjadi, yang bisa membuat citra guru jelek di mata masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Waspada! 4.144 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Sulsel, Ini Cara Mengenalinya
-
Limbah PT KIMA Aman, Fakta Ini Mengejutkan Warga
-
Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini
-
Semangat Kemerdekaan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan dan Gerakkan Ekonomi di Pelosok Indonesia