SuaraSulsel.id - PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kedua di Sulawesi Selatan di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Makassar Selatan, Jalan Hertasning Makassar.
Giat tersebut merupakan upaya PT PLN untuk terus mengkampanyekan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN, Adi Priyanto pada peresmian SPKLU Makassar Selatan, Selasa, mengemukakan, percepatan program KBLBB akan mendukung pengurangan impor BBM dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
"Kami berharap kehadiran SPKLU di gerbang Indonesia Timur ini dapat mendukung dan mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air dan mendukung para pengusaha penyedia kendaraan listrik," ujar dia, Selasa 4 Januari 2022.
Adi menjelaskan, proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Grand Strategi Energi Nasional, pada tahun 2030 jumlah mobil listrik ditargetkan sekitar dua juta unit dan motor listrik sekitar 13 juta unit.
Pada tahun yang sama, target penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sekitar 30 ribu unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik (SPBKLU) sekitar 67 ribu unit.
Saat ini terdapat sembilan unit SPKLU telah beroperasi dan tersebar di wilayah kerja PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara.
Saat ini terdapat tiga SPKLU di area kerja PLN UIW Sulselrabar, satu unit berada di Kendari dan dua lainnya di Makassar.
Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo mengapresiasi langkah PLN dalam menyediakan SPKLU untuk memudahkan masyarakat memiliki kendaraan listrik.
Baca Juga: Eks Asisten Pelatih Timnas Dukung Kontrak Jangka Panjang Shin Tae-yong
"Sebagai pemerintah kami berkewajiban untuk turut menyukseskan dan mewujudkan iklim KBLBB. Kami akan mendorong Pemerintah Kota Makassar agar dapat mencoba dan memakai kendaraan listrik," katanya.
Selaras dengan hal tersebut, Wali Kota Makassar yang diwakili oleh Assisten II Bidang Ekonomi Ir Rusmayani mengatakan, Pemkot Makassar sangat mendukung 0 emisi karbon dari langkah PLN dalam menggaungkan gaya hidup elektrifikasi.
"SPKLU yang dibangun oleh PLN merupakan dukungan bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menuju 'Green City' yang dapat mengurangi emisi karbon," kata dia.
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang ditempatkan di PLN UP3 Makassar mampu melayani dua mobil sekaligus dengan sistem pengisian cepat (fast charging).
SPKLU UP3 Makassar Selatan merupakan SPKLU ke dua di Sulsel setelah sebelumnya juga telah diresmikan SPKLU pertama oleh Plt Gubernur Sulsel di ULP Mattoanging Makassar pada 2021 lalu.
"SPKLU telah terintegrasi dengan aplikasi charge.IN ini dapat melayani dua mobil secara bersamaan dengan durasi waktu pengisian daya masing-masing kendaraan 2 jam 30 menit dalam kondisi 0-100 persen," kata General Manager PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid pada peresmian SPKLU UP3 Makassar Selatan di Makassar, Selasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik
-
Diserang Pansus Hak Angket, Bupati Gowa Husniah Talenrang: Jangan Sentuh Ranah Pribadi Saya