Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Rabu, 27 Oktober 2021 | 06:00 WIB
Ilustrasi salat di rumah, sholat, ibadah. [Shutterstock]

Kami tidak menemukan hadis yang menerangkan dan mengajarkan lafal-lafal atau doa-doa tertentu setelah selesai menunaikan salat dhuha. Sejauh yang kami temukan, lafadz doa tersebut ada dalam kitab Syarah Minhaj dan I’anatut-Thalibin.

Meskipun doa itu tidak berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal itu tidak berarti kita tidak boleh membaca doa tersebut setelah menunaikan shalat dhuha, karena doa itu tidak dibaca dalam salat. Yang tidak boleh adalah meyakini bahwa doa itu berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan harus dibaca setelah salat dhuha.

Di dalam ushul fikih kita mengenal lafaz amar (perintah) yaitu tuntutan yang mengandung beban hukum untuk dikerjakan. Setiap lafaz amar menunjuk kepada dan menuntut suatu maksud tertentu. Lafaz amar tersebut memiliki beberapa tuntutan, salah satunya adalah untuk doa. Amar yang diucapkan oleh seorang hamba kepada Tuhannya tentunya tidak dapat dikatakan sebagai amar dalam arti sebagai perintah. Oleh karena itu, amar yang terdapat pada lafaz “Wa in kâna harâman fa thahhirhu … ” adalah amar yang bermakna permohonan (doa).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Baca Juga: Niat Sholat Dhuha dan Waktu yang Tepat untuk Melaksanakannya

Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah, No. 08, 2014

Load More