SuaraSulsel.id - Upaya evakuasi jenazah suster Gabriela Meilan menimbulkan korban jiwa. Satu Anggota TNI bernama Pratu Ida Bagus Putu S gugur. Ditembak Kelompok Separatis Teroris.
Pratu Ida Bagus gugur saat proses evakuasi jenazah Suster Gabriela Melani di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa 21 September 2021.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, Pratu Ida Bagus Putu tertembak oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) saat melakukan pengamanan helikopter. Bersama empat rekannya yang akan mengevakuasi jenazah Suster Gabriela, pukul 06.53 WIT.
Pratu Ida meninggal karena tertembak pada bagian kepala. Pratu Ida ditengarai merupakan anggota Yonif 403/Wirasada Pratista yang berasal dari Ngabang, Kalimantan Barat.
Komandan Korem 172/Praja Wira Yakhti, Brigjen TNI Izak Pangemanan saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan kejadian itu.
“Benar ada kontak tembak. Tapi saya belum bisa memberikan keterangan rinci, karena belum terpantau dengan baik. Nanti dulu ya,” kata Izak, Selasa 21 September 2021.
Ia mengklaim pasukan TNI-Polri telah menguasai keamanan di Distrik Kiwirok. Namun kondisi medan yang sangat sulit masih dialami personel di lapangan.
“Medannya tak gampang. komunikasi kita di lapangan juga tak lancar. Karena sinyal sambungan telepon belum terhubung. Setelah komunikasi lancar, kami bisa memberikan keterangan rinci,” terang Izak.
Terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm. Reza Nur Patria mengatakan, kontak tembak terjadi saat pasukan TNI Polri mengamankan lokasi pendaratan helikopter yang rencananya melakukan evakuasi jenazah Suster Gabriella Meilani.
Baca Juga: Puan Maharani Harap, Calon Panglima TNI Baru Merupakan yang Terbaik untuk Rakyat
“Satu TNI gugur saat mengamankan proses evakuasi jenazah di Kiwirok. Ini yang menyebabkan evakuasi terhambat. Jenazah prajurit sudah dibawa ke Jayapura bersamaan evakuasi jenazah Suster Gabriella,” kata Reza, Selasa 21 September 2021.
Saat ini, sambung Reza, kontak tembak masih terjadi di Kiwirok.
“Untuk mengambil jenazah ini, kami tetap diganggu oleh KST. Padahal evakuasi ini untuk kemanusiaan dan demi menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.
Suster Gabriela Melani merupakan salah satu tenaga kesehatan korban kekejaman Kelompok Separatis Teroris atau yang dikenal juga sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.
Suster Gabriela disiksa oleh kelompok tersebut hingga mengalami pelecehan seksual sebelum akhirnya meninggal. Jenazah Suster Gabriela ditemukan Tim gabungan TNI-Polri di dalam jurang sedalam 300 meter di Distrik Kiwirok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar