Setelah lulus sekolah menengah atas (SMA), dia meneruskan pendidikannya di sebuah perguruan tinggi mengambil Jurusan Jurnalistik. Sebelum lulus, tepatnya Semester V, sebuah surat kabar ternama merekrut pada tahun 1986 meski dia tidak membuat surat lamaran kerja.
Dia menyadari bahwa keinginan kuat untuk meraih cita-cita tidak sekadar kehendak di dalam pikirannya, tetapi saat menempuh pendidikan formal merupakan bagian dari proses menuju impiannya. Pria kelahiran Kota Cirebon pada tahun 1964 itu kini bekerja di sebuah media nasional ternama milik negara.
Namun, tidak semua profesi seseorang itu sesuai dengan impiannya. Bahkan, menurut Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF) Irene Guntur, M.Psi., Psi., CGA, sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan. Salah jurusan bisa memicu pengangguran.
Pernyataan Irene Guntur yang disiarkan sejumlah media daring (online) pada hari Selasa (25/2/2014) dijadikan bahan oleh ahli observasi anak sekaligus penemu talents observation Andri Fajria dalam seminar yang kali pertama luring (offline) di Bursa, Turki, Kamis (16/9) malam (WIB), sejak pandemi COVID-19 melanda dunia.
Dalam seminar bertajuk Kembangkan Kekuatan, Siasati Kelemahan yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Bursa, praktisi dan santri talents mapping ini berpendapat bahwa setiap orang terlahir membawa bakat masing-masing.
Bakat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir.
Menurut Andri, bakat sebagai kumpulan/kombinasi dari sifat, potensi, dan peran yang secara alami mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan produktivitas kerja.
Tidak berbakat dalam suatu aktivitas, kata Andri, bukan berarti tidak dapat melakukan aktivitas tersebut. Namun, yang bersangkutan membutuhkan usaha yang lebih keras agar dapat melakukan aktivitas tersebut dengan baik.
Pemicu Bakat
Baca Juga: Nah Lho! Polisi Dalami Dugaan Kelalaian PIP Semarang Atas Kasus Tewasnya Taruna
Jika belum menemukan bakat, tidak perlu khawatir karena bakat itu tidak hilang. Dia hanya tertidur, sampai ada trigger (pemicu) yang membangunkannya.
Andri memberikan contoh pengalaman hidupnya. Saat masih di bangku sekolah dasar (SD) kelas 1—3, Andri senang pelajaran mengarang. Gurunya sering memuji karangannya yang lebih bagus daripada teman-temannya. Namun, dia tidak pernah mengirimkan karangannya ke koran atau majalah.
Pada tanggal 3 November 2018, Andri melakukan sharing bakat di sebuah komunitas. Ternyata ada penerbit buku yang hadir dan sangat tertarik dengan penjelasan Andri mengenai observasi bakat anak usia dini.
Penerbit itu lantas menawarkan kerja sama pembuatan buku. Ternyata hanya dalam waktu 3 minggu buku tersebut terbit. Para pembaca memberikan testimoni bahwa buku tersebut mudah dipahami. Maka, menulis adalah bakat Andri yang terbangunkan kembali pada saat usianya 47 tahun.
Andri lantas menganalogikan tanaman yang menempati tanah yang sama dan mendapat siraman air yang sama. Namun, pada kenyataannya memberikan buah yang rasanya beragam.
Begitu pula, anak dibesarkan dalam lingkungan yang sama, diberikan program yang sama, menunjukkan bakat yang berbeda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar
-
Investor China Ancam Seret Proyek PSEL Makassar ke Arbitrase Internasional, Klaim Rugi Rp2,4 T
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara