SuaraSulsel.id - Pedagang bendera merah putih untuk perayaan 17 Agustus 2021 sudah menjamur di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Pedagang sudah banyak terlihat di beberapa ruas jalan. Berharap di tengah pandemi bisa mendapatkan berkah perayaan 17 Agustus 2021.
Mengutip telisik.id, Salah satunya di wilayah Jalan Malaka atau area Citra Land poros Kantor Gubernur Sultra, terlihat para pedagang mulai menjajakan dagangannya.
Salah seorang pedagang, Ciara menuturkan, dirinya sudah menjual pernak-pernik seperti bendera merah putih dan umbul-umbul sejak seminggu lamanya.
Meski demikian, ia mengaku, saat ini pembeli masih sepi dan belum banyak yang dijualnya.
"Masih sepi, Mas. Mungkin karena masih lama 17-an," paparnya saat ditemui di lokasi jualannya, Selasa (27/7/2021).
Ia mengaku, dagangannya bukan milik pribadinya, dirinya hanya menjualkan orang lain dengan mengambil untung dari barang yang dijualnya.
"Bukan punya saya, karena saya juga jualkan punya orang. Hanya dapat fee saja," ungkapnya.
Senada dengan itu, Aisyah yang juga ikut berdagang bendera menerangkan, masih jarangnya pembeli diakibatkan perayaan 17 Agustus masih cukup lama.
Baca Juga: Kritisi Pendekatan Keamanan, Kontras Desak Jokowi Audit Efektifitas Aparat Tangani Covid
"Biasanya ramai pembeli itu nanti sekitar satu minggu sebelum 17-an," jelasnya.
Ia juga menyebutkan, jika harga perhiasan pernak-pernik yang dijualnya variatif tergantung model dan ukurannya.
"Kalau harga itu, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 50 ribu. Tergantung modelnya," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Dugaan Rasisme dan Diskriminasi Seleksi Paskibraka, Begini Respons Pemprov Sulsel
-
Dikira Punah, Spesies Paling Langka Hiu Gangga Ternyata Bersarang di Perairan Indonesia
-
Sampai di Puncak, Pendaki Gunung Tewas Disambar Petir
-
Bupati Gowa Digoyang Hak Angket Dugaan Perselingkuhan, Bisakah Berujung Pemakzulan?
-
Hak Angket Dugaan Skandal Bupati Gowa, Pakar Hukum: Apakah Sudah Sesuai Kriteria?