SuaraSulsel.id - Bupati Puncak Willem Wandik mengaku sedih dengan kondisi daerahnya. Berbagai fasilitas dan sarana publik sudah diusahakan. Menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Namun habis dalam sekejap.
Hal ini diungkapkan Willem pasca serangkaian aksi teror dan penembakan yang dilakukan oleh KKB, hingga mengakibatkan pengrusakan sejumlah fasilitas umum yang telah dibangun dengan susah payah oleh pemerintah.
Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, KKB diduga membakar dan merusak tower milik Telkom di Kabupaten Puncak, membakar sejumlah alat berat, rumah guru, hingga membakar ruang di sekolah yang berada di Beoga, Kabupaten Puncak.
Bupati Willem menjelaskan harga satu alat berat di Kota Jayapura Rp 1,8 miliar. Tapi jika sudah tiba di Puncak, alat berat itu bisa seharga Rp 6 miliar. Dikarenakan biaya angkut dan operasional lainnya.
“Termasuk untuk membangun satu bangunan dibutuhkan biaya hingga Rp 1,8 miliar. Jika ada satu sekolah dan 6 kelas dibakar, maka Rp 1,8 miliar x 6 kelas. Tinggal dikalikan saja hasilnya,” jelasnya di Ilaga, Puncak, Jumat 16 Juli 2021.
Bupati juga mencontohkan untuk membangun rumah dengan tipe 36 di Kabupaten Puncak membutuhkan biaya hingga Rp 600 juta.
“Pembangunan ini sangat susah dan sulit, mahal dan membutuhkan uang banyak. Jadi, persoalan di Puncak tak ada habisnya. Padahal, kami sedang mencoba menurunkan harga, menyamakan harga secara nasional, misalnya BBM di Puncak sama dengan di Pulau Jawa, sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi. Hal ini dilakukan agar Puncak keluar dari daerah dengan tingkat kemahalan yang tinggi,” katanya.
Menurut Bupati, untuk membangun Puncak sama dengan daerah lainnya di Pulau Jawa membutuhkan waktu yang cukup lama.
Tapi, ia yakin dengan usaha keras, maka secara lambat laun, Kabupaten Puncak tak lagi terbelakang. Contohnya, dalam sehari, pesawat keluar masuk Puncak mencapai 20-30 kali penerbangan.
Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19, Papua Akan Lockdown Selama Satu Bulan
“Jika kondisi keamanan menjamin, pembangunan pasti berjalan dengan baik. Tapi, jika terus menerus ada konflik, kontak senjata, maka Puncak sulit untuk keluar dari keterbelakangan. Keamanan adalah kunci paling bahagia menghasilkan segala sesuatu yang baik. Mari kita ciptakan keamanan dan kedamaian yang baik hingga pelosok kampung di Kabupaten Puncak,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
Terkini
-
RMS Resmi Gabung PSI: Di Mana Solidaritasmu?
-
Konsolidasi Kekuatan Keluarga Politik Sulsel di PSI, Ada Apa dengan NasDem?
-
Orang Kaya Stop Belanja, Mal di Kota Makassar Kian Tertekan
-
Jawab Keinginan Kaesang, Gandi Rusdi: InsyaAllah PSI Sulsel Tidak Akan Mempermalukan Ketum
-
Memasuki Babak Baru, Ini 5 Fakta Kasus Rektor UNM Non Aktif Prof Karta Jayadi