SuaraSulsel.id - Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) Provinsi Sulawesi Selatan akan segera melakukan sosialisasi vaksin.
Hal ini dilakukan agar para penyandang disabilitas atau difabel di Makassar tidak termakan informasi hoaks mengenai vaksin.
Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) Sulawesi Selatan Abdul Rahman mengatakan saat ini pihaknya telah membuka pendaftaran vaksinasi untuk para difabel di Makassar hingga 30 Juni 2021, secara online. Namun, sejak dibukanya pendaftaran vaksinasi tersebut peserta difabel yang mendaftar masih sangat sedikit.
"Ini yang sangat kami sayangkan karena kurang lebih ada lima hari kita membuka pendaftaran, yang daftar itu baru 12 sampai 13 orang," kata Abdul Rahman kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).
Menurut Abdul Rahman, kurangnya pendaftar vaksinasi itu diduga terjadi karena para difabel di Makassar banyak yang termakan informasi hoax mengenai tidak amannya vaksin yang akan disuntikkan oleh petugas.
"Kawan-kawan di PerDik sudah melakukan sosialisasi ke beberapa kawan-kawan difabel yang ada di Makassar. Hanya persoalan sekarang kawan-kawan difabel banyak yang temakan isu hoaks. Tentang vaksin itu sendiri, katakanlah vaksin ada campuran bahan kimia, babi. Atau apa pun itu yang tidak halal untuk di dalam tubuh kita. Dan ini memang problem," jelas Abdul Rahman.
Untuk itu, kata Abdullah Rahman, pihaknya akan menggelar Webinar melalui aplikasi Zoom dengan mengundang tim gugus tugas di Makassar, Wali Kota Makassar dan perwakilan dari Fakultas Kesehatan Universitas Hasanuddin. Untuk memberikan pemahaman terhadap para difabel agar tidak termakan informasi hoax mengenai vaksin.
"Secepatnya kami akan melakukan diskusi lewat zoom, kami akan membuat webinar. Ini bagian dari sosialisasi kita untuk kawan-kawan difabel agar memberikan pemahaman kepada kawan-kawan difabel karena mareka masih banyak termakan hoaks," terang Abdul Rahman.
Selain membuka pendaftaran secara online, kata Abdul Rahman, pihaknya juga akan menyebar beberapa kontak person yang dapat dihubungi secara langsung. Tujuannya, adalah untuk mempermudah para difabel yang tidak paham melakukan pendaftaran secara online.
"Kita akan membuka layanan kontak person masing-masing. Ini akan kita sampaikan kepada tim yang terlibat dalam pengisian form," kata dia.
Baca Juga: PerDik Sulsel Segera Vaksinasi Ratusan Penyandang Difabel di Makassar
"Hampir semua kawan-kawan akses karena kegiatan kebanyakan lewat online sekarang. Jadi otomatis kawan-kawan sudah linear dengan kondisi absen online ini. Karena ini bentuknya kayak google form, saya rasa teman-teman agak paham. Tapi teman-teman yang tidak paham ini, otomatis kami berusaha mendistribusikan kontak yang narahubung yang bisa dihubungi oleh kawan-kawan yang ingin melakukan vaksin," tambah Abdul Rahman.
Abdul Rahman mengungkapkan proses vaksinasi ini rencananya akan dilakukan terhadap ratusan difabel di Makassar pada awal Juli 2021 mendatang. Lokasi vaksinasi berada di Balai Baksa Sriwijaya dekat Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar. Sebab, tempat tersebut dianggap cukup strategis.
"Kita rencanakan vaksin awal Juli 2021, sekitar tanggal 1 atau 2 Juli. Targetnya ratusan kawan-kawan difabel yang mendaftar untuk vaksin ini. Target kita kurang lebih 100 dulu, kalau pun mencapai 100 atau 200. Kita akan mulai cepat," ungkap Abdul Rahman.
Rahman menerangkan vaksinasi untuk para difabel ini akan dilakukan oleh PerDIK bersama Pemkot Makassar. Proses pelaksanaan vaksinasi juga tidak dilakukan secara serta-merta.
Para difabel yang akan divaksin harus berusia 18 tahun ke atas. Sesuai dengan aturan yang telah dikeluarkan pemerintah dalam melakukan vaksinasi.
"Aturan vaksin kan saat ini harus usia 18 tahun ke atas. Itu patokan kita, jadi kalau data uptude dari KPU tidak mungkin 17 ke bawah. Pasti 17 ke atas. Dan saat ini kita sementara bermohon meminta data kepada KPU Makassar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Mengintip Potensi Ekowisata Lakkang, Permata Tersembunyi di Tengah Kota Makassar
-
Tim Jibom Masih Temukan 8 Bom Sisa Perang Dunia II di Biak
-
Intip Rahasia TPA Tamangapa Makassar Kelola Limbah Cair Berbahaya
-
BRI Permudah Belanja di China dengan QRIS Cross Border BRImo
-
SMAN 5 Parepare dan SMA Golden Gate Makassar Bakal Berstandar Internasional