Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Minggu, 13 Juni 2021 | 10:57 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tampil perdana di Program Podcast #CLOSETHEDOOR Deddy Corbuzier, Sabtu 12 Juni 2021. Video podcast ditayangkan Minggu 13 Juni 2021 / {SuaraSulsel.id]

"Aman gak bertanya seperti ini ? Aman dong ?" tanya Deddy Corbuzier.

Prabowo Subianto pun menjawab dengan diplomatis. Memberikan contoh kompetisi lari atau sepak bola di sekolah. Ada yang menang dan kalah. Dapat piala

"Tim kita kalah apakah gebuk-gebukan. Menurut saya itu IQ yang sangat rendah," katanya

Menurut Prabowo, Jokowi ingin menjadi presiden untuk mengabdi. Begitu pula dengan dirinya berbakti untuk Indonesia. Setelah pesta demokrasi selesai kenapa harus melawan.

Baca Juga: Berpisah dari Prabowo Subianto, PA 212 Cari Capres yang Berani Lawan Komunisme Gaya Baru

"Lebih baik bekerja sama untuk mengabdi. jadi saya belajar dalam sejarah,"

Ada peristiwa sejarah penting di Jepang yang menjadi panduan Prabowo. Dua panglima kuat dan hebat di Jepang hampir perang. Hidiyoshi Toyotomi dan Tokugawa Iyeshu.

Sebelum perang, Hidiyoshi memilih berunding dengan Tokugawa. Kemudian mengatakan, "Anda lihat dibelakang, tentara saya kuat. Begitu juga tentara anda semangat kuat jumlahnya banyak".

"Besok anda bisa menang atau saya menang. Kalau pun saya menang anak buah saya banyak akan mati. Kalau kau menang anak buahmu akan banyak luka dan mati. Berarti besok akan banyak orang tua Jepang banyak ibu baoak Jepoang menangis kehilangan anak.

"Saya tahu Anda cinta Jepang, saya juga begitu. Untuk apa kita berperang. Apakah gak lebih baik bersatu mempersatukan Jepang dan kuat.

Baca Juga: Didampingi Prabowo, Megawati Soekarnoputri Dikukuhkan Jadi Profesor

"Tokugawa pun setuju. Bagi saya itu sangat besar pelajarannya," ungkap Prabowo.

Load More