Menurut Jusuf Kalla, dana sebesar Rp 11 miliar tersebut didapatkan dari sejumlah pengusaha yang bersedia membantu. Ajaibnya, dana Rp 11 miliar itu terkumpul dalam waktu setengah jam saja.
"Pendanaan hanya kumpul dari teman-teman pengusaha jadi saya yang jelaskan dalam waktu hanya setengah jam terkumpul uang Rp 11 miliar. Dalam waktu setengah jam saja, jadi selesai. Ada pengusaha seperti Ical dan teman-teman lainnya," katanya.
"Waktu itu tahun 1994, dananya Rp 11 miliar. Kalau sekarang nilai uangnya mungkin Rp 500 sampai Rp 600 miliar lah. Kalau orang bangun begitu sekarang di Makassar mungkin nilainya Rp 300-400 miliar yang dibutuhkan. Tapi pada waktu itu kan ekonomi kita masih baik, masih inflasi tidak banyak," sambung Jusuf Kalla.
Agar berjalan dengan lancar, pembangunan Masjid Al-Markaz Al-islami ditenderkan. Semua ini dilakukan agar kontraktor yang mengerjakan yakin bahwa dana pembangunan masjid itu memang sudah disiapkan tanpa ada masalah apa pun.
"Saya tenderkan supaya aman. Jangan sampai tidak percaya orang mana ada uangnya, masjid biasa tidak ada uangnya dia bangun. Ada saksi dilihat depositonya. Dia bilang jangan khawatir. Akhirnya baru percaya itu kontraktor," ujar Jusuf Kalla.
Proses pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami memakan waktu sebelas bulan. Selama pembangunan, Jenderal Muhammad Jusuf hanya datang ke lokasi dua kali saja untuk melakukan pemantauan.
Selebihnya, hanya menelepon Jusuf Kalla untuk mendapatkan informasi terkait progres pembangunan menara masjid tersebut.
Begitu pula, jika Jusuf Kalla sedang berada di luar negeri. Dia harus mengetahui sudah berapa meter ketinggian menara masjid yang dibangun itu.
"Tuntas 11 bulan. Resmikan, kan perjanjian tahun 1994. Pak Jenderal Jusuf itu hanya dua kali datang ke Makassar selama 11 bulan, tapi tiap dua hari telepon saya tanya berapa tingginya menara. Dia tidak bilang sudah berapa persen, tapi sudah berapa meter? Saya bilang sudah 12 meter pak, tiga hari kemudian nanya lagi sudah berapa? Sudah 15 meter. Jadi saya mesti catat jangan sampai tidak cocok, kalau lupa saya terus lebih rendah, pasti ditanya kenapa lebih rendah. Beliau itu mengecek cuma itu menara. Beliau bilang kita harus punya legasi atau wakaf yang ditinggalkan," beber Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI.
Baca Juga: Jusuf Kalla Ajak Donasikan Setengah Hasil Kotak Amal Masjid untuk Palestina
Jusuf Kalla mengatakan, awalnya masjid yang dibangun tersebut diberi nama Islamic Center. Tetapi, karena tidak sesuai dengan lokasi bangunan, akhirnya masjid itu diberi nama Masjid Al Markas Al Islami.
"Mula-mula namanya Islamic Center, terus saya bilang ini masjid kompleks Islam tetapi kenapa namanya pakai bahasa Inggris. Jadi dia bilang kita pakai bahasa Indonesia atau bahasa Arab. Tanyalah saya sama Pak Qurais dan Nurcholis Madjid, saya bilang apa padanannya Islamic Center? Mereka berpikir Al Markaz Al Islami. Kalau bahasa Indonesianya itu pusat pengembangan islam lah," urai Jusuf Kalla.
Khusus untuk desain masjid, kata Jusuf Kalla, mereka menggunakan arsitek yang sangat memahami bangunan masjid, yaitu insinyur bernama Lukman dari Bandung.
"Dia itu memang ahli dalam pembangunan masjid, tapi ada satu pendiriannya yang tidak bisa lepas yaitu membangun masjid tidak perlu ada kubah. Saya bilang ini kalau tidak ada kubah, tidak kelihatan masjid. Gedung Capitol ada kubahnya. Tapi tetap aja teman-teman tidak mengikuti tanpa kubah. Nanti dikira kayak kantoran atau gudang," ujar Jusuf Kalla.
Karena itu, Lukman pun keliling Sulawesi untuk melihat masjid-masjid khazanah seperti masjid Syekh Yusuf di Kabupaten Gowa dan salah satu masjid tertua di Kabupaten Luwu. Sebelum menentukan desain masjid Al Markaz Al Islami.
"Dari situlah kemudian timbul arsitektur seperti yang sekarang ini. Tetap ada kubah, tapi kubah seakan-akan kayak atap rumah bugis begitu. Tidak bundar, itu penggabungan antara ide agar luas tempat orang salat. Jadi tidak bundar," jelas Jusuf Kalla.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone
-
Tak Kuat Gaji PPPK, Bolehkah Pemda Berhentikan Pegawai? Ini Penjelasan Resmi BKN