Proses selanjutnya, daging kuda yang telah dicampur dengan rempah-rempah dimasak dengan air bersih. Proses memasaknya kurang lebih satu jam. Hingga kuliner Nasu Daun Ecceng siap disantap.
"Saat dimasak ditambah Daun Ecceng yang telah dipisahkan dari tangkainya. Terus dimasak kurang lebih satu jam. Kenapa dikasih Daun Ecceng, supaya terasa aroma wanginya," beber Hasmiati.
Krisna (17 tahun), salah satu remaja Masjid Tarbiyah di Dusun Talaga, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja mengaku bahwa dirinya sangat menyukai Nasu Daun Ecceng.
Bahkan, ia pun menjadi rajin datang ke masjid hanya untuk sekedar menyantap kuliner khas suku bugis tersebut.
"Karena memang enak. Jadi hampir setiap hari saya datang ke masjid berbuka. Karena mau makan daging kuda Nasu Daun Ecceng," katanya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari
-
Sampai Kapan Aturan Ganjil Genap Antre BBM di SPBU Sulawesi Selatan?
-
Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean
-
15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8