Proses selanjutnya, daging kuda yang telah dicampur dengan rempah-rempah dimasak dengan air bersih. Proses memasaknya kurang lebih satu jam. Hingga kuliner Nasu Daun Ecceng siap disantap.
"Saat dimasak ditambah Daun Ecceng yang telah dipisahkan dari tangkainya. Terus dimasak kurang lebih satu jam. Kenapa dikasih Daun Ecceng, supaya terasa aroma wanginya," beber Hasmiati.
Krisna (17 tahun), salah satu remaja Masjid Tarbiyah di Dusun Talaga, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja mengaku bahwa dirinya sangat menyukai Nasu Daun Ecceng.
Bahkan, ia pun menjadi rajin datang ke masjid hanya untuk sekedar menyantap kuliner khas suku bugis tersebut.
"Karena memang enak. Jadi hampir setiap hari saya datang ke masjid berbuka. Karena mau makan daging kuda Nasu Daun Ecceng," katanya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
15 WNA Filipina Asal Malaysia Terdampar di Buol, Begini Nasibnya
-
Apakah Korban Pesawat ATR 42-500 Terima Asuransi? Ini Penjelasan Perusahaan
-
Basarnas Gelar Doa Bersama Penutupan Operasi SAR Pesawat ATR 42-500
-
Pemprov Sulsel Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Digital Hadapi Tantangan Global
-
Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Ruas Jalan di Enrekang