SuaraSulsel.id - Polres Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat menangkap pelaku balap liar selama bulan ramadhan. Karena sudah sangat meresahkan masyarakat.
Kabag Ops Polres Majene, AKP Ujang Saputra mengatakan, polisi gencar melakukan razia kendaraan dan menyita kendaraan yang digunakan pelaku balapan liar.
Ujang mengatakan, tindakan tegas itu dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di Majene.
Sekaligus mencegah pelanggaran dan kecelakaan khususnya di bulan Ramadhan agar masyarakat dapat tenang beribadah tanpa gangguan.
"Semua motor yang sering digunakan balapan oleh para kalangan remaja dikandangkan hingga akhir ramadhan di Polres Majene".
"Balapan liar dilarang juga sebagai upaya menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kecelakaan, ini untuk kebaikan para remaja," kata Ujang.
Ia menyampaikan, upaya menurunkan korban kecelakaan lalu lintas adalah misi utama Polri, dan diharapkan dapat membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan, Polres Majene, juga gencar melakukan patroli personil serta menghimbau dan membubarkan perkumpulan remaja guna mengantisipasi adanya balapan liar.
Ia berharap, masyarakat fokus ibadah, bukan malah merusaknya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan mengancam keselamatan jiwa. (Antara)
Baca Juga: Jemaahnya Akur, Masjid dan Gereja di Makassar Hanya Dipisahkan Lorong Kecil
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta