Sementara, Ayah Raihana, Irmawanto mengaku anaknya punya keinginan besar. Ia ingin menjadi dokter.
Raihanna belajar banyak dari pengalamannya selama menjalani proses pengobatan. Ia melihat bagaimana rumitnya keluar masuk rumah sakit dengan segala persyaratan dan biaya.
Itu lah alasan kenapa Raihanna selalu berkeras untuk tidak ketinggalan mata pelajaran. Ia juga ingin jadi lulusan terbaik di sekolahnya.
"Itu kenapa dia mau jadi dokter. Supaya bisa sembuhkan orang-orang sekitarnya yang sakit," ujar Irmawanto.
Namun, harapan itu bisa pupus. Tak ada lagi biaya untuk pendidikan. Semua habis untuk biaya pengobatan.
Tanah dan sawah sudah habis dijual untuk biaya berobat. Raihana bahkan pernah dibawa ke rumah sakit khusus jantung di Jakarta.
Kini Irmawanto mengaku ikhlas. Namun, doa-doa serta harapan terus mengalir untuk siswi berprestasi itu.
Ia memohon doa untuk kesembuhan putrinya. Semoga kelak, Raihana bisa menjadi dokter seperti yang dicitakan-citakannya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga: Suasana Uji Coba Sekolah Tatap Muka di SDN Kenari 08
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Mahasiswa Makassar Sebut Program Makan Bergizi Gratis Ladang Korupsi
-
Pemprov Papua Salurkan Bantuan Darurat untuk Warga Korban Bom Perang Dunia II
-
Kronologi Pasien Tikam Pasien di RSUP Wahidin: Pelaku Mondar-mandir Sebelum Beraksi
-
Perusahaan Jamin Keamanan PLTSa Makassar, Ajak Warga Tamalanrea Studi Banding ke China
-
Angka Kematian Jemaah Haji Sulsel Tinggi, Gus Irfan: Ada yang Harus Dibenahi!