SuaraSulsel.id - Atlet tinju Sulawesi Selatan peraih emas Charles Katiandagho mengancam akan melaporkan Pengurus Pertina Sulawesi Selatan ke polisi.
Karena telah menuduh Charles Katiandagho melakukan penggelapan uang pembinaan atlet tinju Sulsel.
Bila dalam sepekan Pengurus Pertina Sulsel tidak menarik tuduhan dan menyampaikan maaf secara terbuka kepada publik, Charles yang merupakan Anggota TNI akan melapor ke pihak yang berwajib atas pencemaran nama baik.
"Saya sudah melaporkan ini kepada pimpinan, termasuk akan melaporkan tuduhan oknum pengurus yang tidak berdasar itu ke Polda Sulsel. Jelas ini pencemaran nama baik, dan kesatuan. Kami punya bukti-buktinya," tegas prajurit TNI dan juga mantan atlit tinju tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Umum Pengprov Pertina Sulsel, Adam Taka Simanjuntak kepada wartawan beralasan, yang bersangkutan dicoret dari peserta karena melanggar prosedur, tidak displin dan tidak bertanggungjawab serta tidak komitmen menjalankan fungsinya sebagai atlit. Keputusan itu pun diambil setelah dilaksanakan rapat.
Sedangkan untuk uang pembinaan itu, ia berdalih uang tersebut hanya dititipkan sementara ke atlit untuk nantinya digunakan sebagai honor dan biaya keberangkatan ke lokasi Pra PON di Bogor.
"Uang dari Dispora Sulsel ini kan awalnya ditransfer ke rekening atlit bersangkutan. Tetapi saatnya kita mau berangkat ke Bogor dengan uang tersebut, ia menolak. Dia bilang ini hasil kinerja. Uang itu harus masuk ke atlit atau pelatih, makanya kita coret," kata beralasan.
Atlet tinju asal Sulawesi Selatan, Charles Katiandagho, keberatan atas tudingan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel terkait dugaan penggelapan uang, hingga berdampak pada pencoretan namanya sebagai peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Provinsi Papua tahun 2021.
"Semua tuduhan itu tidak benar. Saya hanya mempertahankan hak saya. Uang itu sebenarnya memang diperuntukkan bagi atlet sebagai dana pembinaan dari Dispora, bukan untuk pengurus," ungkap Charles saat konfrensi pers kepada wartawan di Warkop Enreco Makassar, Kamis 25 Maret 2021.
Baca Juga: Pernah Kalahkan Carlos Biado, Biliar Sulsel Yakin Raih Emas di PON Papua
Alasan pengurus Pertina Sulsel, bahwa uang yang masuk ke rekeningnya itu, kata dia, titipan dan akan digunakan sebagai biaya operasional Pra PON kedua di Bogor, padahal dari pernyataan pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, tidak ada kaitannya dengan uang operasional pengurus, tapi murni uang pembinaan.
Atlit peraih medali emas Pra PON Ternate 2019 ini menyebutkan, oknum pengurus Pertina Sulsel awalnya meminta dana tersebut setelah diterima empat orang atlet dari Dispora Sulsel untuk dikirim atau diserahkan kembali pada pengurus Pertina.
Empat penerima dana hibah tersebut, masing-masing, Charles Katiandagho (atlet), Abdul Sada (atlet), Dufri Masihor (pelatih) dan Hendi Durand (pelatih).
Untuk atlet mendapat Rp 19 juta dan pelatih Rp 22 juta, dengan total Rp 82 juta. Penerimaan uang dibuktikan dengan tanda tangan yang bersangkutan di kantor Dispora Sulsel tahun 2020.
"Saya bersama pelatih dan sesuai instruksi komandan mengkroscek ke Dispora apakah uang itu untuk keperluan pengurus Pertina atau memang hak saya sebagai atlet. Ternyata, memang hak saya mendapat uang pembinaan. Uang itu pun hasil rapel enam bulan. Sehingga saya menolak menyerahkannya," papar Prajurit TNI itu.
Soal tuduhan menggelapkan uang Pertina kemudian disampaikan ke publik, ia merasa sangat keberatan dan telah mencemarkan nama baiknya, termasuk di kesatuan TNI. Alasan, pengurus mencoret namanya dari peserta PON digantikan John Yambe, karena indisipliner atau tidak disiplin berlatih, itu dinilai tidak sesuai fakta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Beban Infrastruktur Membengkak, Pemprov Sulsel Usul 360 Km Jalan Provinsi Jadi Jalan Nasional
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Mengaku Ketua Panitia, Mahasiswa Unhas Lakukan Pelecehan Seksual Terancam Dipecat
-
Terancam PHK, Pekerja SPPG Kepung DPRD Sulsel: Jangan Hentikan Program MBG
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja