SuaraSulsel.id - Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY adalah harga mati di Sulsel. DPD dan DPC Demokrat tetap kompak mendukung AHY.
"Jadi memang sudah lama Demokrat ini mau diganggu. Posisi kami di Sulsel, apalagi Makassar, tetap harga mati untuk ketua AHY," tegas ARA sapaan Adi Rasyid Ali.
Ia mengaku ada pihak eksternal yang sedang bermain dan tidak senang dengan Demokrat. Apalagi surve demokrat semakin melejit akhir-akhir ini membuat gundah oknum tersebut.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya mengaku ada gerakan politik dari pejabat lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi yang ingin mengambil alih paksa kepemimpinannya.
Demokrat menduga pengambilalihan secara paksa itu merupakan kepentingan Moeldoko untuk Pilores 2024.
Manuver politik itu juga inisiatif dari lima kader dan eks kader partai Demokrat, serta pejabat tinggi pemerintahan.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah juga mengaku sudah meminta komitmen 24 Ketua DPC di kabupaten/kota di Sulsel untuk tetap mendukung AHY. Gerakan di luar kepemimpinan AHY tak akan digubris.
Isu kudeta yang menggoyang Partai Demokrat tidak berpengaruh di Sulawesi Selatan. Pengurus DPD menyatakan tetap setia kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Kami di Sulsel sudah sepakat untuk tidak mendukung gerakan di luar (kepemimpinan AHY)," kata Ni'matullah, Selasa (2/2/2021).
Baca Juga: Dibanding Demokrat, Jokowi Dinilai Lebih Untung Kudeta 3 Partai Ini
Wakil Ketua DPRD Sulsel itu mengaku, sudah ada gerakan dari pengurus lain untuk menumbangkan AHY menjadi ketua umum partai Demokrat.
Beberapa diantaranya bahkan meminta Ni'matullah untuk bertemu secara langsung.
"Tapi saya sempat menolak secara halus karena saya tahu maksudnya. Sulsel ini yang paling solid mendukung (AHY)," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik
-
Diserang Pansus Hak Angket, Bupati Gowa Husniah Talenrang: Jangan Sentuh Ranah Pribadi Saya