SuaraSulsel.id - Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Barat menangkap dua pemuda inisial RI dan JO. Warga asal Lingkungan Kalubibing, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Minggu (17/1/20210).
Dua pemuda ini diduga menjarah bantuan untuk korban gempa bumi yang melintas di jalur Trans Sulawesi.
Kasubdit 3 Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Laksono mengatakan, penangkapan kedua pelaku ini saat melakukan aksi pemberhentian mobil pengangkut logistik bencana di jalan trans Sulawesi tepatnya di Kalubibing, Desa Bambu.
Menurut mantan Kasubdit Cyber Crime itu, kedua pelaku mengakui bahwa telah menahan atau memberhentikan kendaraan pengangkut bantuan sebanyak 1 kali yang berisikan Sembako.
Barang bantuan yang didapat, katanya akan diserahkan kepada masyarakat yang mengungsi di atas bukit bukit di Lingkungan Kalubibing.
”Sebenarnya saat kami bubarkan, mereka lari pontang-panting. Namun dua orang kami bisa amankan di Mapolda Sulbar,” kata Agung kepada pojokcelebes.com -- jaringan suara.com
Polisi menggamankan barang bukti berupa papan bertuliskan posko bantuan, 2 potong kayu, kardus penyimpan uang, dan 1 buah parang.
Sebelumnya, Kapolres Majene Irawan Banuaji mengatakan, banyak warga yang mendirikan tenda pengungsian di sepanjang jalan raya. Itu atas inisiatif warga sendiri.
Irawan meminta agar relawan yang ingin membawa bantuan ke Majene dan Mamuju bisa menghubungi pos polisi setempat atau koramil. Agar mendapatkan pengawalan. Saat ini, penyaluran bantuan yang belum merata membuat warga bertindak anarkis.
Baca Juga: 27 Sekolah Rusak Akibat Gempa Sulbar, Kemendikbud Dirikan Dua Posko
"Kita siapkan pengawalan ke Mamuju untuk penyaluran bantuan, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Daftar Lengkap Promo Buka Puasa 45 Hotel dan Restoran di Makassar, All You Can Eat Mulai 49K
-
Enam Anggota Polisi Diperiksa Terkait Kematian Anak Buah Kapolres Pinrang
-
Setelah Kapolres Bima Kota, Kini Kasat Narkoba Toraja Utara Ditangkap Diduga Jadi Kaki Tangan Bandar
-
Misteri Kematian Bripda Dirja Pratama: Sempat Telepon Ibu Saat Subuh, Siang Pulang Tak Bernyawa
-
Wamenhan: Indonesia Siap Keluar dari Board of Peace