Ricko diketahui adalah salah satu pegawai PLN UIP Kalbagbar. Informasi yang beredar, Ricko awalnya akan naik pesawat NAM Air. Namun dipindahkan ke pesawat SJ182.
Hingga kini proses pencarian masih terus dilakukan oleh para rescuer.
Komandan Kapal sekira Negara Trisula Eko Surya Hadi sendiri pada live stasiun TV mengatakan, pihaknya sudah menemukan serpihan-serpihan, seperti daging atau bagian tubuh dari manusia. Lalu ada keluar avtur dari dalam air.
"Kedalaman perairan di wilayah itu sekitar 15-16 meter," kata Eko.
Untuk jumlahnya, Eko bilang belum banyak. Baru sekitar 5 atau 6 serpihan. Secara spesifik benda yang ditemukan mengapung adalah potongan tubuh, alat-alat yang ada di dalam pesawat, seperti flight jaket.
"Kita perkirakan posisinya saat itu berada sekitar 6 mil dari lokasi benda yang jatuh di Kepulauan Seribu," tambahnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bawa Bubur Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bangun Usaha Bersama Dukungan BRI
-
Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!
-
Antrean Panjang BBM di Bone Picu Keributan: Adu Jotos, Ada yang Bawa Badik
-
Antre 7 Jam Demi Pertalite, Ojol di Makassar: Kami Butuh, Bukan Panic Buying
-
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring