SuaraSulsel.id - Banjir kecaman didapatkan oleh sebuah stasiun televisi asal Irlandia setelah mengaitkan Tuhan dengan kasus pemerkosaan. Waduh!
Menyadur Irish Times, Minggu (3/1/2020) televisi RTÉ One pada Kamis malam menayangkan sebuah program laporan berita satir Waterford Whispers News yang dianggap menyinggung oleh Uskup Agung Katolik Eamon Martin.
Siaran tersebut "menuduh Tuhan melakukan pemerkosaan & melaporkan pemenjaraannya," cuit uskup agung di media sosial pada Hari Tahun Baru.
"Klip keterlaluan ini harus segera dihapus & dikecam oleh semua orang yang berniat baik," katanya.
Uskup Martin mengungkapkan bahwa produser / editor dari program tersebut tidak menyadari seberapa dalam menyinggung program tersebut.
Di cuitan kedua, dia melanjutkan: "Untuk menyiarkan klip yang sangat ofensif dan menghujat tentang Tuhan & Bunda Maria yang Terberkati selama musim Natal" di program dan "pada Malam Pesta Maria yang Khidmat, Bunda Maria Tuhan menghina semua Katolik dan Kristen ”.
Uskup agung juga menandai akun Twitter direktur jenderal RTÉ Dee Forbes di cuitannya, namun belum ada tanggapan dari pihak terkait.
Juru bicara pihak stasiun TV RTÉ mengatakan penyiar tidak memberikan komentar apapun ketika dihubungi oleh The Irish Times.
Video yang berdurasi 23 detik tersebut, yang dibacakan oleh mantan penyiar RTÉ Aengus Mac Grianna, menyebutkan: "Dalam wahyu mengejutkan lainnya tahun ini, Tuhan menjadi sosok terbaru yang terlibat dalam skandal pelecehan seksual. Wanita berusia lima miliar tahun itu dituduh memaksakan diri pada seorang migran muda Timur Tengah dan diduga menghamilinya di luar keinginannya sebelum dijatuhi hukuman dua tahun penjara dengan penangguhan 24 bulan terakhir."
Baca Juga: Maguire dan Sancho Cetak Gol, Inggris Hajar Republik Irlandia di Wembley
Saat laporan itu dibacakan, cuplikan video menunjukkan seorang pria tua berjanggut dan berkacamata dikawal oleh seorang polisi di luar gedung pengadilan Waterford ke sebuah mobil dan memprotes: "Itu terjadi 2.000 tahun yang lalu."
Video tersebut diikuti dengan laporan produser film AS Harvey Weinstein, yang dijatuhi hukuman 23 tahun penjara tahun lalu karena pemerkosaan dan pelanggaran seksual lainnya, yang diklaim, "meminta pengadilan ulang di Irlandia".
Video tersebut kemudian langsung viral dan mengundang beragam komentar dari warganet yang mendukung Uskup Agung dan mengutuk RTE karena membuat laporan yang dianggap "sampah ofensif".
"Benar-benar mengerikan. Keadaan absolut dari penyiar publik kami." tulis seorang warganet. "Dan biaya lisensi kami membayar untuk sampah yang menyinggung ini. Saatnya beralih saluran." timpal warganet lain.
Sementara seorang warget berkomentar: "Semua umat Katolik harus berhenti membayar biaya lisensi TV mereka."
Sebuah poster bertuliskan: "Mengejutkan dan menjijikkan, saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika itu adalah Nabi Muhammad."
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu