SuaraSulsel.id - Selain batuk persisten dan kehilangan indra penciuman, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat juga mencantumkan kelelahan sebagai gejala resmi Covid-19. Namun demikian, tidak berarti secara otomatis Anda terkena virus jika mengalami kelelahan.
Lantas bagaimana cara memastikan apakah kelelahan disebabkan oleh Covid-19 atau bukan?
Mengenai kelelahan akibat Covid-19 secara khusus, laporan Februari yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menganalisis 55.924 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi laboratorium di China, menemukan bahwa kelelahan adalah gejala paling umum ketiga dari Covid-19 dengan 38,1% orang melaporkan gejalanya.
Dua gejala yang lebih umum menurut laporan itu adalah demam (87,9%) dan batuk kering (67,7%).
Amesh Adalja, MD, peneliti senior di Johns Hopkins mengatakan bahwa kelelahan yang disebabkan Covid-19 biasanya juga akan mengalami gejala lain, seperti nyeri otot, sakit tenggorokan dan sebagainya meski hanya terasa ringan.
Seperti dilansir dari Health, meskipun Anda mengalami berbagai gejala tersebut, juga tidak bisa langsung disimpulkan menderita Covid-19.
Dr. Adalja merekomendasikan untuk melihat kelelahan Anda sebagai bagian dari gambaran yang lebih besar. "Anda harus memikirkan mengapa Anda lelah. Apakah karena kamu lari maraton atau terlambat, belajar untuk ujian?" katanya.
Maka untuk sementara, berhentilah berolahraga berat dan terlalu memaksakan diri. Karena tubuh Anda dengan jelas memberi isyarat bahwa Anda perlu istirahat.
Tentu saja, konsultasi pada dokter selalu menjadi pilihan bijak. Mereka mungkin ingin menguji Anda untuk Covid-19 atau melakukan pemeriksaan fisik, mengingat berbagai masalah kesehatan dan faktor gaya hidup juga dapat menyebabkan kelelahan.
Baca Juga: Jokowi Dianggap Uncontrol Kelembagaan Negara, Ciptakan Kesemrawutan
Sebagai informasi, kelelahan akibat Covid-19 dapat bertahan cukup panjang. Hasil studi pra-cetak yang dirilis pada bulan September menemukan bahwa 52% dari 128 pasien positif Covid-19 mengalami "kelelahan terus-menerus" beberapa minggu setelah mereka didiagnosis. Terlepas dari mereka memiliki kasus virus yang ringan atau lebih parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso
-
Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap