Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 21 September 2020 | 15:49 WIB
Bupati Selayar M Basli Ali / Foto : Humas Pemprov Sulsel

KEK pariwisata diharapkan akan memberi dampak positif yang besar, terutama efek ganda. Mulai peningkatan pembangunan fisik, berkembangnya ekonomi, meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

"Serta bertambahnya PAD dari sektor pariwisata," kata Marjani.

Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah memasuki bulan keempat. Pemerintah pusat telah menganggarkan Rp 695,2 triliun, untuk membangkitkan perekonomian nasional yang terpuruk pada Kuartal I dan II akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional berfokus pada program prioritas Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh, dengan mengerjakan empat hal.

Baca Juga: Moeldoko : Bali Siap Sambut Kembali Wisatawan dengan Protokol Kesehatan

Yaitu perlindungan sosial, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), program terkait kementerian, lembaga dan pemerintah daerah, serta program yang berkaitan dengan menolong pembiayaan korporasi di masa pandemi ini.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini telah melakukan berbagai program dan optimistis Triwulan III Sulsel dapat tumbuh positif. Dimana semua sektor tetap bergerak, walaupun tidak maksimal.

"Saya optimistis kuartal ketiga terjadi sebuah perubahan ke arah yang lebih baik, terutama pertumbuhan ekonomi," kata Nurdin Abdullah.

Sulsel tetap tumbuh di masa pandemi didorong oleh berbagai sektor. Diantaranya pertanian, informasi dan komunikasi, dan jasa pendidikan.

Pada Triwulan II, pertumbuhan ekonomi secara nasional, hanya dua dari 34 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif, yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Komodo di Labuan Bajo Tersebar Hingga di 5 Pulau

Untuk Sulawesi Selatan, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2020 mengalami kontraksi sebesar -3,87 persen.

Load More