SuaraSulsel.id - Prada M Ilham, resmi menyandang status tersangka dalam kasus penyerangan dan pengrusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.
Dia terbukti menyebarkan berita bohong alias hoaks yang menyebabkan keonaran di tengah masyarakat.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Letjen Dodik Widjanarko menyampaikan, motif Prada Ilham bertindak seperti itu lantaran takut pada pimpinannya.
Sebab, dia terbukti minum anggur merah (amer) jenis gold yang kemudian menyebabkan kecelakaan tunggal di kawasan Arundina, Jakarta Timur.
"Bahwa motif tersangka Prada MI memberi keterangan bohong adalah ada perasaan takut kepada satuan apabila diketahui sebelum laka tunggal, yang bersangkutan minum minuman keras anggur merah gold," kata Dodik di Markas Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).
Fakta tersebut diketahui seusai pihak Puspomad menggali keterangan saksi berinsial Serka ZBH dan Prada AN.
Dalam kegiatan itu, Prada MI disebut cuma menenggak dua gelas anggur merah.
"Dikuatkan keterangan saksi Serka ZBH dan Prada AN pada saat bersama minum, tersangka Prada MI diketahui hanya minum dua gelas," jelas Dodik.
Setelah kecelakaan terjadi, Prada MI merasa malu kepada pimpinannya. Tak hanya itu, Prada MI merasa bersalah karena motor yang dia bawa adalah motor milik pimpinannya.
Baca Juga: Kisah Heroik Pemadam Kebakaran Selamatkan Kucing Terjepit di Galon
"Merasa malu pada pimpinan bila diketahui sebelum laka tunggal disebabkan karena minum anggur merah gold. Dan takut merasa bersalah karena speda motor Honda Blade hitam B 3580 TZH yang dipinjamkan oleh pimpinan mengalami rusak," lanjut Dodik.
Dodik menambahkan, Prada MI juga merasa takut diproses secara hukum karena saat berkendara dia tidak mempunyai SIM. Tak hanya itu, dia juga tidak membawa STNK motor pimpinannya.
"Serta takut diproses hukum karena saat mengendarai motor tidak punya SIM dan gak bawa STNK," beber dia.
Sebelumnya, sebanyak 56 prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersanga dalam kasus penyerangan dan pengrusakan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.
Dari total tersebut, rincian ada 50 prajurit TNI Angkatan Darat dan 6 prajurit TNI Angkatan Laut.
Khusus untuk prajurit Angkatan Darat, total yang sudah diperiksa 81 orang. Berasal dari 34 satuan. Selain itu, sebanyak 23 personel Angkatan Darat telah dikembalikan ke kesatuannya. Pasalnya, mereka hanya diperiksa sebagai saksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
-
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi