Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Selasa, 14 Juli 2020 | 18:17 WIB
Banjir Luwu Utara (Antara)

SuaraSulsel.id - Dua orang dinyatakan tewas usai peristiwa banjir bandang yang menerjang Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Banjir terjadi, Senin (13/7/2020) sekira pukul 20.15 WITA.

Selain dua orang meninggal, beberapa korban lainnya juga mengalami luka-luka saat dievakuasi tim. Saat kejadian, air deras disertai lumpur terus naik hingga masuk ke rumah warga.

"Sementara ini ada dua orang korban meninggal dunia karena hanyut dan jenazahnya sudah di Rumah Sakit Hikmah," ujar Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Utara, Amiruddin saat dikonfirmasi wartawan, Selasa siang.

"Sempat tadi malam dievakuasi. Terjadi banjir lumpur dan air bah, kejadian kira-kira sudah Isya, air saat itu terus-terus naik. Korban ada luka-luka, patah kaki dan meninggal dunia," katanya.

Dari informasi yang diperoleh dari BPBD setempat, musibah itu terjadi di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Banjir bandang diduga diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi sejak 12 Juli 2020 di wilayah kabupaten setempat, khususnya wilayah pegunungan.

Baca Juga: Curi Motor di Parkiran Rumah, 3 Bocah Diciduk Polisi di Batam

Kronologis kejadian, sekitar pukul 20.15 WITA, volume air di bantaran Sungai Masamba naik dan menggenangi pemukiman warga. Setelah beberapa menit, air tiba-tiba surut sehingga beberapa warga yang rumahnya berada di sekitar bantaran sungai kembali ke rumah berniat untuk membersihkan sampah yang masuk ke dalam rumah.

Namun pada pukul 21.00 WITA, volume air kembali naik dengan ketinggian kurang lebih 400 centimeter yang membawa material kayu dan lumpur sehingga mengakibatkan beberapa orang warga yang berada di sekitar bantaran sungai terjebak di dalam rumahnya. Sekitar pukul 01.05 WITA, volume air berangsur-angsur surut.

Kejadian itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, diketahui atas nama Gandi umur 35 tahun, pekerjaan pimpinan FIF Toraja, Alamat Dusun Pontaden Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten.

Kemudian Askar alias Arkam, umur 35 th, pekerjaan Swasta, Alamat Dusun Pontaden Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Lutra.

Sedangkan korban hilang tujuh orang, semuanya warga Dusun Pontaden, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, masing masing, Sabaria umur 39 tahun pekerjaan IRT.

Baca Juga: Pengungsi Banjir Bandang Luwu Utara Darurat Air Bersih

Selanjutnya, Disa, umur 10 tahun, pekerjaan pelajar, Nabil, umur 8 tahun, pekerjaan pelajar, Caca, umur 16 tahun pekerjaan pelajar, Nina, umur 23 tahun, pekerjaan IRT, dan Megi, umur 49 tahun, pekerjaan swasta.

Load More