- Realisasi belanja negara di Sulawesi Selatan mencapai Rp40,75 triliun hingga September 2026 berdasarkan laporan DJPb Sulsel.
- Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp18,15 triliun sedangkan transfer ke daerah mencapai Rp22,60 triliun.
- Pemerintah berencana mengoptimalkan pelaksanaan anggaran pada triwulan IV 2026 untuk mempercepat program prioritas bagi masyarakat.
SuaraSulsel.id - Realisasi belanja negara di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai Rp40,75 triliun hingga September 2026. Angka tersebut setara 74,06 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp55,02 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan, Hari Utomo, mengatakan realisasi tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp18,15 triliun dan transfer ke daerah Rp22,60 triliun.
“Untuk belanja negara terdiri dari transfer ke daerah sudah terealisasi Rp22,60 triliun atau 83,09 persen dari pagu Rp27,20 triliun. Sementara dana BPP itu sudah terealisasi Rp18,15 triliun dari pagu Rp27,26 triliun,” kata Hari di Makassar, Selasa 27 Oktober 2026.
Transfer ke daerah menjadi komponen dengan tingkat penyerapan lebih tinggi, yakni 83,09 persen. Sementara belanja pemerintah pusat baru mencapai 66,60 persen dari pagu yang tersedia.
Belanja Pegawai Capai Rp9,45 Triliun
Dalam belanja pemerintah pusat, belanja pegawai menjadi salah satu komponen utama. Hingga September 2026, realisasinya mencapai Rp9,45 triliun dari pagu Rp12,42 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan lebih dari 108 ribu aparatur negara di Sulsel, yang mencakup personel TNI dan Polri, pegawai negeri sipil (PNS), dosen, guru, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Rinciannya, personel TNI dan Polri berjumlah lebih dari 50 ribu orang, PNS sekitar 35 ribu orang, dosen dan guru sekitar 14 ribu orang, serta PPPK sekitar 9 ribu orang.
Sementara itu, realisasi belanja barang mencapai Rp6,03 triliun atau 57,40 persen dari pagu Rp10,50 triliun.
Baca Juga: Sulawesi Selatan Jadi Sorotan: Kasus Kusta Tinggi, 10.000 Orang Diberi Obat
Belanja ini mencakup pembiayaan tugas dan fungsi instansi serta layanan operasional perkantoran pada 754 satuan kerja dari 50 kementerian dan lembaga di Sulawesi Selatan.
Anggaran Infrastruktur untuk Jalan dan Jembatan
Realisasi belanja modal tercatat sebesar Rp2,66 triliun atau 61,55 persen dari pagu Rp4,31 triliun.
Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk mendukung preservasi jalan dan jembatan di sejumlah wilayah, termasuk Watampone, Pompanua, dan Tarumpakae.
Pekerjaan pemeliharaan juga mencakup ruas jalan dan jembatan pada jalur batas Kota Makassar-Maros, batas Kabupaten Pangkep-Maros, serta batas Kabupaten Bone.
Di sisi lain, belanja bantuan sosial telah terealisasi sekitar Rp19,52 miliar atau 83,27 persen dari pagu Rp23,45 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026
-
Uang Negara Rp40,75 Triliun Mengalir di Sulsel, Begini Rincian Penggunaannya
-
Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar
-
Makam Leluhur di Toraja Terbakar, Fadli Zon Murka: Biadab!
-
Saluran Air Banyak Tersumbat? Pemkot Makassar Jajal Senjata Baru dari Jepang