Muhammad Yunus
Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:14 WIB
Ilustrasi: PMI menyiapkan bantuan berupa satu juta masker untuk masyarakat yang berada di wilayah terdampak, khususnya akibat paparan asap dan abu vulkanik [Suara.com/PMI]
Baca 10 detik
  • BPBD Kota Makassar menyiapkan satu kontainer masker untuk melindungi warga dari dampak kabut asap karhutla pada Kamis, 15 Oktober 2026.
  • Sebagian masker tersebut telah disalurkan kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia di Kota Makassar.
  • BPBD Makassar mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi dan berkoordinasi dalam mendistribusikan bantuan masker secara tepat sasaran.

SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyiapkan stok masker sebanyak satu kontainer untuk melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari dampak penurunan kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Beberapa hari terakhir langit Makassar tidak tampak cerah seperti biasanya, kondisi langit terlihat tertutup kabut asap dari berbagai kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), dan hutan Pulau Kalimantan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar M Fadli Tahar di Makassar, mengatakan sebagian masker tersebut telah disalurkan kepada masyarakat dengan memprioritaskan anak-anak, lanjut usia (lansia), serta kelompok masyarakat yang berisiko terdampak penurunan kualitas udara.

“Sebagian sudah kami salurkan kepada masyarakat, dengan prioritas bagi kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang berisiko terdampak penurunan kualitas udara,” katanya, Kamis 15 Oktober 2026.

Ia menjelaskan penyediaan dan distribusi masker tersebut merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan BPBD Makassar dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sekaligus mengantisipasi risiko kesehatan akibat kondisi lingkungan.

Menurut dia, upaya penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga melalui langkah-langkah pencegahan dan mitigasi untuk mengurangi risiko yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Fadli juga mengajak relawan, komunitas kebencanaan, dunia usaha, dan pihak swasta, untuk berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan melalui dukungan masker maupun bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bantuan dari berbagai pihak, kata dia, diharapkan terkoordinasi melalui BPBD Kota Makassar agar pendataan, pemetaan kebutuhan, dan distribusi dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.

Dengan koordinasi tersebut, lanjutnya, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan yang memerlukan perlindungan lebih terhadap dampak penurunan kualitas udara.

Baca Juga: Remaja di Makassar Dibayar Rp100 Ribu Ikut Tawuran

Melalui Gerakan Masker (Gemas), BPBD Makassar mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kesiapsiagaan, dan membangun kepedulian terhadap perlindungan kesehatan masyarakat.

Load More