Muhammad Yunus
Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:09 WIB
Dinkes Kolaka saat membagikan masker kepada masyarakat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemkab Kolaka]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Kolaka membagikan seribu masker kepada warga pada 14 Oktober 2026 guna melindungi kesehatan dari kabut asap.
  • Dinas Kesehatan Kolaka berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memeriksa kualitas udara dan memantau kasus ISPA.
  • Pengelola Bandara Haluoleo memastikan operasional penerbangan tetap normal karena jarak pandang masih berada di atas ambang batas minimum keselamatan.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), membagikan seribu masker ke warga sebagai langkah mitigasi dampak buruk paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plh Sekretaris Dinas Kesehatan Kolaka, Ashar saat ditemui di Kolaka, mengatakan pembagian masker ini merupakan bentuk perlindungan dini bagi kesehatan masyarakat untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara akibat penebalan kabut asap dalam beberapa hari terakhir.

"Kami membagikan sekitar 1.000 masker kepada para pengendara dan masyarakat di beberapa titik," katanya, Rabu 14 Oktober 2026.

Ashar menjelaskan bahwa peningkatan ketebalan kabut asap ini terpantau dalam dua hari terakhir. Berdasarkan hasil pengukuran awal di salah satu titik, konsentrasi partikulat seperti PM2.5 dan PM10 menunjukkan angka di atas batas normal.

"Untuk kondisi udara itu memang dalam dua hari terakhir ini kabut itu semakin menebal, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa untuk memastikan kondisi riil di lapangan secara menyeluruh, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kolaka khususnya Laboratorium Lingkungannya untuk melakukan pemeriksaan resmi di seluruh titik kecamatan di Kabupaten Kolaka.

Hasil laboratorium nantinya akan kami sinkronkan dengan data tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) untuk melihat tingkat kerawanan di setiap kecamatan.

"Itu yang kami mau lihat. Tapi, kami belum bisa jelaskan sekarang sebelum ada hasil dari laboratorium lingkungan. Itu yang kami mau lihat hasilnya sebelum dikaitkan dengan kasus ISPA," ucapnya.

Adapun gejala ISPA yang kerap muncul meliputi, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk kering atau berdahak, demam, hingga sakit kepala.

Baca Juga: Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah

Pada tingkat yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran.

Berdasarkan data tren kasus ISPA dari periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 29.473 kasus ISPA selama rentang waktu tersebut.

Ashar mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin, memperbanyak konsumsi air putih secara teratur, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.

Masyarakat juga diingatkan untuk disiplin menggunakan masker demi menghindari risiko gangguan kesehatan, khususnya ISPA.

Ia juga meminta kepada warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia guna menghindari paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Bandara Tetap Beroperasi

Load More