- Pengemudi ojek online bernama Afandi menghabiskan waktu tujuh jam untuk mengantre Pertalite di SPBU Cokroaminoto Makassar pada Kamis (10/9/2026).
- Pertamina Patra Niaga mencatat antrean panjang BBM terjadi selama tiga bulan terakhir akibat kenaikan aktivitas logistik, disparitas harga, dan indikasi pelangsiran.
- Pertamina menambah 14 SPBU beroperasi 24 jam sehingga totalnya menjadi 25 titik serta memperketat pengawasan untuk mengatasi kepadatan antrean di Makassar.
Bagi Afandi dan pengemudi ojek online lainnya, persoalan antrean BBM bukan sekadar soal harus berdiri atau duduk berjam-jam menunggu giliran.
BBM merupakan kebutuhan utama untuk bekerja. Ketika kendaraan tidak bisa diisi, aktivitas mencari penghasilan ikut terhenti.
Ia berharap pemerintah segera mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Ia tegaskan ini bukan panic buying, tapi memang sudah kebutuhan.
"Tolong pemerintah, Pertamina jangan alasan bulang panic buying. Kami isi bensin karena memang butuh. Tanki kosong, mau diisi apa?. Mau isi di Pertamini kosong, kalau ada juga dijual mahal," tuturnya.
Antrean Sudah Berbulan-bulan
Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Makassar bukan persoalan yang baru muncul sehari atau dua hari.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat antrean masih terlihat di sejumlah SPBU dalam tiga bulan terakhir.
Bahkan, dalam dua hingga tiga hari terakhir, kepadatan kembali meningkat, terutama pada penyaluran Pertalite.
Kebutuhan Solar JBT mengalami peningkatan sekitar 10-15 persen pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Pertamina menyebut peningkatan tersebut dipengaruhi naiknya aktivitas logistik, semakin lebarnya disparitas harga, serta adanya indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi di lapangan.
Pertamina kini memperluas jam pelayanan dengan menambah SPBU yang beroperasi selama 24 jam.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan terdapat tambahan 14 SPBU yang kini beroperasi 24 jam di Kota Makassar.
Jumlah tersebut melengkapi 11 SPBU yang sebelumnya telah menerapkan layanan serupa.
"Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan," ujar Lilik.
Selain memperpanjang jam layanan, Pertamina melakukan marshalling di SPBU yang mengalami antrean padat. Kendaraan diarahkan ke SPBU lain yang memiliki antrean lebih landai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan
-
Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC
-
SPBU Baru Akan Dibangun di Kawasan CPI Hari Ini