- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menemui pihak PLN pada Selasa untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait pemadaman listrik bergilir.
- General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menyatakan pemadaman terjadi akibat pemeliharaan pembangkit listrik di PLTU Jeneponto berkapasitas 125 MW.
- PLN menargetkan pasokan listrik di wilayah Sulselrabar akan kembali normal dan membaik selambat-lambatnya pada tanggal 5 September 2026.
SuaraSulsel.id - Warga Kota Makassar diminta bersabar menghadapi pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
PLN menjanjikan kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) akan kembali membaik dan normal paling lambat 5 September 2026.
Kepastian tersebut disampaikan General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, saat menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan tersebut digelar setelah Munafri menerima banyak keluhan warga terkait pemadaman listrik bergilir yang mulai terjadi sejak Senin (31/8/2026).
Dalam audiensi itu, Edyansyah menjelaskan kondisi terkini sistem kelistrikan sekaligus langkah yang dilakukan PLN untuk mengembalikan pasokan listrik agar kembali stabil.
"Ini adalah kondisi singkat terkait dengan ketidaksiapan pasokan tenaga listrik secara sempurna. Insyaallah nanti di tanggal 5 semua kondisi sistem akan jauh lebih baik, bahkan normal," kata Edyansyah.
PLN Tunggu 125 MW Kembali Beroperasi
Edyansyah menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi pasokan listrik saat ini adalah pemeliharaan salah satu pembangkit di PLTU IPP Jeneponto.
Pembangkit tersebut memiliki kapasitas 125 megawatt (MW). Pemeliharaan menyebabkan berkurangnya daya listrik yang tersedia dalam sistem kelistrikan Sulselrabar.
Baca Juga: Listrik Sulsel Mulai Dipadamkan, Pemprov Sulsel Terima Laporan Penyebabnya
"Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, insyaallah pada tanggal kurang lebih tanggal 5, kondisi sistem kelistrikan membaik kembali," ujarnya.
Selain 125 MW tersebut, PLN juga tengah menunggu pemulihan kapasitas pembangkit lainnya. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 300 MW kapasitas yang diharapkan kembali masuk ke dalam sistem.
"Di PLTU Jeneponto itu masih ada kurang lebih 300 megawatt yang akan pulih," ungkap Edyansyah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 MW ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada 5 September. PLN juga berharap pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
"Untuk 125 megawatt akan pulih di tanggal 5. Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September," katanya.
Wali Kota Minta PLN Beri Kepastian ke Warga
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan