SuaraSulsel.id - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memulai tahapan Pemilihan Rektor periode 2026–2030, dan Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menjadi bakal calon pertama yang mendaftar.
Pendaftaran dilakukan pada Senin (11/8) pukul 11.00 WITA di Lantai 4, Ruang Rapat A, Gedung Rektorat Unhas.
Prof. Jamaluddin menegaskan, kehadirannya kali ini bukan sebagai rektor yang sedang menjabat, melainkan sebagai pendaftar bakal calon rektor.
Ia mengaku mencalonkan diri kembali karena merasa masih banyak kemajuan dan perubahan yang perlu dilanjutkan.
“Pada periode sebelumnya kita telah melaksanakan berbagai strategi yang berhasil meningkatkan kinerja dan mencapai sejumlah target penting,” ujar Prof. JJ.
Keberhasilan itu, lanjutnya, menjadi pijakan untuk menargetkan capaian yang lebih tinggi di periode selanjutnya.
Ia berkomitmen mengembangkan budaya akademik bermutu dan mendorong Unhas semakin siap berkompetisi di tingkat global.
Dalam kertas kerjanya, Prof. Jamaluddin memaparkan visi-misi baru yang didukung delapan rencana kinerja utama dan delapan upaya strategis.
Pengumpulan berkas dilakukan langsung oleh Prof. JJ yang datang bersama keluarga dan rekan sejawat sebagai bentuk dukungan.
Baca Juga: Unhas Sambut 10.418 Mahasiswa Baru Lewat PKKMB 2025
Berkas pendaftaran diterima Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unhas, Prof. Dr. drg. Hasanuddin Tahir, MS., Sp.Perio(K).
Setelah dicek oleh tim panitia, berkas Prof. JJ dinyatakan lengkap dan akan diverifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Panitia Pemilihan Rektor Unhas membuka pendaftaran bakal calon mulai 11 Agustus hingga 1 September 2025.
Ketua Panitia, Prof. Hasanuddin, menyebut pendaftaran adalah tahap awal untuk menyaring kandidat yang memenuhi syarat administrasi.
Seluruh proses pendaftaran diliput media dan disiarkan langsung melalui kanal Unhas TV demi transparansi.
Setiap bakal calon diminta memberi informasi kedatangan minimal dua hari sebelum pendaftaran agar panitia dapat menyiapkan fasilitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kepala BGN dan Gubernur Sulsel Resmikan SPPG Wilayah 3T di Takalar
-
250 Pengemudi Ojol di Makassar Dapat BBM Gratis
-
Mendagri Punya Waktu 30 Hari untuk Copot Bupati Gowa, Ini Alasannya
-
Uji Coba Sistem Rujukan Baru JKN: Pasien Langsung ke Rumah Sakit Sesuai Penyakit
-
Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar